Sabtu, 26 Februari 2011

RESPON ORANG TUA TERHADAP BAYI BARU LAHIR

Gimana si respon oRtu pas liat bayinya??
 
Ada banyak hal yang terjadi saat seorang ibu barada pada situasi terpisah dengan sang bayi yaitu peristiwa dimana sang bayi telah lahir, terjadi Perubahan Psikis ( Mental ) Ibu terhadap Bayi Baru Lahir diantaranya:  
 
Perasaan berfokus pada dirinya (fase taking-in). Berlangsung setelah melahirkan sampai hari ke 2.Pada dasarnya sikap ibu terhadap anak bayinya yang baru lahir masih bersikap "aku Sentris", hal ini dikarenakan Ibu tersebut masih lebih banyak memusatkan perhatian kepada dirinya sendiri.Ia masih menganggap bahwa dirinya adalah pusat dari semua perhatian.Maka secara perlahan-lahan ibu akan menyadari, bahwa bayinya adalah satu pribadi yang memiliki kebutuhan,hak-hak, dan tuntutan.Secara lambat laun pula akan timbul rasa kasih-sayang dari ibu menggantikan sifat-sifat yang semula masih bersifat instinktual. 

Ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan merawat Bayi.Muncul perasaan sedih ( Baby Blues ) disebut sebagai fase taking-Hold. Berlangsung mulai hari ke 3 sampai hari ke 10. 

Ibu merasa percaya diri untuk merawat diri dan bayinya ( fase Letting-go). Berlangsung mulai hari ke 10 sampai akhir masa nifas. 

Gimana si Ikatan Orang Tua dan Bayi pertamakali????
 
Perkembangan bayi normal sebagian besar bergantung pada sederetan pertukaran respon penuh kasih sayang pada bayi yang baru dilahirkannya.Ikatan ini dipermudah dan di perkuat dengan dukungan emosional kecintaan dari suami dan keluarga. Proses pendekatan ini penting untuk mengetahui seberapa mampukah ibu merawat anaknya dengan cinta kasih selama masa neonatal dan selanjutnya, sampai masa kanak-kanak..

Proses ini dimulai sejak anak belum lahir dengan perencanaan dan konfirmasi kehamilan, serta menerima janin yang tumbuh sebagai individu. Sesudah persalinan dan minggu-minggu berikutnya kontak visual dan fisik antara ibu dan bayinya memicu berbagai penghargaan satu sama lain, dan interaksi yang menyenangkan seperti sentuhan ibu pada tungkai dan muka bayi dengan ujung-ujung jari dan memeluk serta memijat bayi secara halus dengan tangannya. Sentuhan pada pipi bayi menimbulkan putaran responsif kearah muka ibunya atau kearah payudara dan mengusap-usap menggunakan hidung serta menjilat putingnya, rangsangan yang kuat untuk sekresi prolaktin. Keadaan bayi yang waspada dan tenang pada mulanya memberikan kesempatan untuk kontak mata dengan mata, yang terutama penting dalam merangsang rasa cinta dan perasaan memiliki banyak orang tua pada bayinya. 

Tangisan bayi mendatangkan respon sentuhan ibu untuk bayinya dan berbicara dengan nada yang lebih tinggi, suara yang lembut, dan menenangkan. Kontak awal antara ibu dan bayinya harus sudah terjadi di kamar bersalin, dan kesempatan untuk memperluas kontak intim harus diberikan dalam jam-jam pertama sesudah lahir. Ikatan antara bayi dan ibu yang tertunda atau abnormal terjadi karena prematuritas, bayi atau ibu sakit cacat lahir, atau stres keluarga, dapat membahayakan perkembangan bayi dan kemampuan ibu untuk mengurus bayinya. The National Childbirth Trust, Belinda Philips mengatakan, keterkaitan antara ibu dan bayi adalah sangat penting dan respon dari bayi ketika menangis menjadi pelengkap naluri keibuan.
Instink Maternal dan kasih sayang ibu sejati 

Dengan kelahiran Bayi, terbukalah satu dunia baru baginya. Namun demikain,kesinambunagn elemen-elemen psikis dari macam-macam fase fungsi keibuan (selama turunnya bibit,kehamilan dan kelahiran bayi) masih berlangsung terus. 

Setelah bayi lahir mulailah satu fase hidup baru dimana wanita tersebut bisa "membangun dunianya kembali" bersama-sama dengan anaknya.setelah ibu melahirkan bayinya maka ia menghayati satu perasaan "terpisah" dengan bayinya. Sebab sewaktu janin masih ada dalam rahim, bayi yang dikandung itu dirasakan sebagai bagian dari jasadnya sendiri.Setelah anaknya lahir,bayi ini dirasakan sebagai satu objek "kasih sayang" yang terpisah dari dirinya.Dengan sendirinya, perasaan terpisah dan rasa bahagia itu disertai pula dengan bermacam-macam kecemasan seperti, Mencemaskan keselamatan Bayi jika ia sejenak mengingatkan bayinya sendiri, cemas kalau anaknya tidak mendapatkan minum dan perawatan yang baik, cemas kalau bayinya terserang penyakit, kalau bayinya jatuh dan sebagainya. 

Hendaknya harus disadari pula bahwa kehidupan emosional seorang wanita terhadap anaknya itu tidak selalu positif sifatnya dengan jalan memberikan kasih-sayang dan rasa keibuan.Sebab ada kalanya emosi-emosi yang berkembang justru bentuk emosi yang sebaliknya, seperti: Kebencian,Penolakan, kekecewaan, rasa asing terhadap anknya sendiri, tidak acuh dan lain-lain.Semua itu sepenuhnya bergantung pada macam individualitasnya,serta situasi hidup wanita yang bersangkutan.
Elemen Ibu Sejati??? 

Unsur keibuan berupa macam-macam emosi keibuan terhadap bayinya yang baru lahir itu secara keseluruhan dapat dibagi dalam empat komponen pokok, yaitu:
  1. Altruisme ( mendahulukan kepentingan orang lain, ada perasaan cinta terhadap manusia lain ).
  2. Kelembutan,
  3. Kasih sayang,
  4. Aktivitas.
Dengan diputuskannya tali pusat pada saat kelahiran bayi, terjadilah satu proses reorganisasi pada semua fungsi jasmaniah.Peristiwa ini memberikan lebih banyak kebebasan bergerak kepada sang ibu, jika dibandingkan dengan kondisinya pada perode kehamilan.Namun kebebasan bergerak itu hanya mempunyai nilai teoritis karena ibu yang bersangkutan secara psikis-emosional kini menjadi sangat terikat pada anaknya sebab cinta kasih maternal itu pada intinya bermuatkan unsur "ikatan dengan anaknya". 

Penentu Pengasuhan Orang Tua
Pengasuhan orang tua terhadap bayi baru lahir membutuhkan pengorbanan karena kebutuhan bayi baru lahir sangat mendesak, melelahkan dan sering kali tidak jelas. Untuk menngetahui apa yang harus dilakukan, orang tua harus melayani isyarat-isyarat bayi dan memberi tanggapan secara tegas. Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan orang tua dalam memikul peranan ini, salah satunya faktor prenatal.
Pengalaman awal sebagai seorang ibu dapat menimbulkan harapan secara tidak sadar tentang hubungan mengasuh bayi, atau model-model kerja internal, yang memungkinkan para ibu "mendengarkan" bayi mereka. Dukungan sosial selama masa kehamilan juga penting. Hubungan yang mendukung dari ayah bayi tersebut diperkirakan akan menghasilkan perawatan yang memuaskan dari sang ibu. Sebaliknya konflik atau ditinggalkan oleh sang ayah semasa kehamilan dapat merusak kemampuan ibu untuk terpikat pada ananknya.

Kondisi yang mempengaruhi sikap Orang Tua terhadap Bayi 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sikap orang tua terhadap bayi,diantaranya: 

A. Persaingan tugas sebagai orang tua
Orangtua yang sudah berpengalaman merawat anak-anaknya yang terdahulu, dengan mengikuti kursus-kursus yang diberikan dalam klinik sebelum kelahiran atau pernah menjaga anak tetangga, lebih yakin dalam melaksanakan peran orangtua daripada mereka yang tidak mempunyai pengalaman seperti itu.

B. Pengalaman melahirkan
Sikap ibu pada bayi akan lebih menyenangkan kalau pengalaman melahirkan relative lebih mudah daripada pengalaman melahirkan yang lama, sukar dan disertai komplikasi fisik.Sikap ayah juga dipengaruhi oleh pengalaman melahirkan dari istrinya. 

C. Kondisi fisik ibu setelah melahirkan
Semakin cepat kesehatan ibu pulih setelah melahirkan, semakin menyenangkan sikapnya terhadap bayi dan semakin yakin ia pada kemampuan untuk melaksanakan peran ibu secara memuaskan. 

D. Cemas tentang biaya
Kalau terjadi komplikasi pada persalinan, seperti pembedahan caecar, kelahiran belum cukup umur yang memerlukan perawatan khusus dan harus lebih lama dirumah sakit, atau adanya cacat bawaan atau cacat yang tampak pada waktu dilahirkan, maka sikap orangtua akan dibayangi kecemasan mengenai biaya yang tidak terduga. 

E. Cacat
Kalau ternyata Bayi menderita cacat,sikap orangtua akan diwarnai oleh kekecewaan, kegelisahan, tentang normal atau tidaknya bayi dimasa mendatang dan tentang biaya tambahan yang diakibatkan kecacatan itu. 

F. Penyesuaian diri bayi pasca natal
Semakin cepat dan semakin banyak penyesuaian diri bayi pada lingkungan pascanatal maka sikap orangtua akan semakin menyengkan. 

G. Tangisan Bayi
Bayi yang terus menangis dan tanpa disertai sebab-sebab yang jelas akan mendorong berkembangnya sikap-sikap yang kurang menyenangkan tidak saja pada orangtua tetapi juga pada semua anggota keluarga.

H. Kebencian orang tua terhadap perawatan, privasi, dan biaya pengeluaran
Kalau orangtua menghadapi kenyataan bahwa perawatan bayi menuntut lebih banyak pekerjaan, menimbulkan kekurangan dan harus mengeluarkan biaya lebih banyak daripada yang dibayangkan sebelumnya.Sikap mereka pada bayi akan kurang menyenangkan dibandingkan dengan kalau mereka telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kondisi yang biasanya dihadapi orangtua. 

I. Gelisah tentang kenormalan bayi
Kalau bayi harus tinggal lebih lama dirumah sakit daripada biasanya karena belum cukup umur, karena adanya cacat atau karena kesulitan dalam penyesuaian pascanatal, orangtua tidak hanya gelisah tentang kenormalan bayinya tetapi juga mengenai kemampuan mereka untuk merawatnaya setelah meninggalkan rumah sakit. 

J. Gelisah tentang kelangsungan hidup bayi
Kalau Bayi harus lebih lama tinggal dirumah sakit daripada biasanya dan harus diberi perhatian khusus, orangtua menjadi gelisah tentang kelangsungan hidup bayi.kalau bayi berhasil hidup, orangtua cenderung sangat melindungi. 

proses laktasi dan menyusui
Adalah proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI. 

Pengaruh Hormonal
 
Proses laktasi tidak terlepas dari pengaruh hormonal, adapun hormon-hormon yang berperan adalah :
  1. Progesteron, berfungsi mempengaruhi pertumbuhan dan ukuran alveoli. Tingkat progesteron dan estrogen menurun sesaat setelah melahirkan. Hal ini menstimulasi produksi secara besar-besaran.
  2. Estrogen, berfungsi menstimulasi sistem saluran ASI untuk membesar. Tingkat estrogen menurun saat melahirkan dan tetap rendah untuk beberapa bulan selama tetap menyusui. Sebaiknya ibu menyusui menghindari KB hormonal berbasis hormon estrogen, karena dapat mengurangi jumlah produksi ASI.
  3. Follicle stimulating hormone (FSH)
  4. Luteinizing hormone (LH)
  5. Prolaktin, berperan dalam membesarnya alveoil dalam kehamilan.
  6. Oksitosin, berfungsi mengencangkan otot halus dalam rahim pada saat melahirkan dan setelahnya, seperti halnya juga dalam orgasme. Selain itu, pasca melahirkan, oksitosin juga mengencangkan otot halus di sekitar alveoli untuk memeras ASI menuju saluran susu. Oksitosin berperan dalam proses turunnya susu let-down/ milk ejection reflex.
  7. Human placental lactogen (HPL): Sejak bulan kedua kehamilan, plasenta mengeluarkan banyak HPL, yang berperan dalam pertumbuhan payudara, puting, dan areola sebelum melahirkan.
Pada bulan kelima dan keenam kehamilan, payudara siap memproduksi ASI. Namun, ASI bisa juga diproduksi tanpa kehamilan (induced lactation)

Proses Pembentukan Laktogen
 
Prosespembentukan laktogen melalui tahapan-tahapan berikut:
1. Laktogenesis I
2. Laktogenesis II
3. Laktogenesis III 

Laktogenesis I
Merupakan fase penambahan dan pembesaran lobulus-alveolus. Terjadi pada fase terakhir kehamilan. Pada fase ini, payudara memproduksi kolostrum, yaitu berupa cairan kental kekuningan dan tingkat progesteron tinggi sehingga mencegah produksi ASI. Pengeluaran kolustrum pada saat hamil atau sebelum bayi lahir, tidak menjadikan masalah medis. Hal ini juga bukan merupakan indikasi sedikit atau banyaknya produksi ASI. 

Laktogenesis II
Pengeluaran plasenta saat melahirkan menyebabkan menurunnya kadar hormon progesteron, esterogen dan HPL. Akan tetapi kadar hormon prolaktin tetap tinggi. Hal ini menyebabkan produksi ASI besar-besaran. Apabila payudara dirangsang, level prolaktin dalam darah meningkat, memuncak dalam periode 45 menit, dan kemudian kembali ke level sebelum rangsangan tiga jam kemudian. Keluarnya hormon prolaktin menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI, dan hormon ini juga keluar dalam ASI itu sendiri. Penelitian mengemukakan bahwa level prolaktin dalam susu lebih tinggi apabila produksi ASI lebih banyak, yaitu sekitar pukul 2 pagi hingga 6 pagi, namun level prolaktin rendah saat payudara terasa penuh.
Hormon lainnya, seperti insulin, tiroksin, dan kortisol, juga terdapat dalam proses ini, namun peran hormon tersebut belum diketahui. Penanda biokimiawi mengindikasikan bahwa proses laktogenesis II dimulai sekitar 30-40 jam setelah melahirkan, tetapi biasanya para ibu baru merasakan payudara penuh sekitar 50-73 jam (2-3 hari) setelah melahirkan. Artinya, memang produksi ASI sebenarnya tidak langsung keluar setelah melahirkan.
Kolostrum dikonsumsi bayi sebelum ASI sebenarnya. Kolostrum mengandung sel darah putih dan antibodi yang tinggi daripada ASI sebenarnya, khususnya tinggi dalam level immunoglobulin A (IgA), yang membantu melapisi usus bayi yang masih rentan dan mencegah kuman memasuki bayi. IgA ini juga mencegah alergi makanan. Dalam dua minggu pertama setelah melahirkan, kolostrum pelan pelan hilang dan tergantikan oleh ASI sebenarnya. 

Laktogenesis III
Sistem kontrol hormon
endokrin mengatur produksi ASI selama kehamilan dan beberapa hari pertama setelah melahirkan. Ketika produksi ASI mulai stabil, sistem kontrol autokrin dimulai. Pada tahap ini, apabila ASI banyak dikeluarkan, payudara akan memproduksi ASI banyak. Penelitian berkesimpulan bahwa apabila payudara dikosongkan secara menyeluruh juga akan meningkatkan taraf produksi ASI. Dengan demikian, produksi ASI sangat dipengaruhi seberapa sering dan seberapa baik bayi menghisap, dan juga seberapa sering payudara dikosongkan. 

Produksi ASI yang rendah adalah akibat dari:
  • Kurang sering menyusui atau memerah payudara
  • Apabila bayi tidak bisa menghisap ASI secara efektif, antara lain akibat: struktur mulut dan rahang yang kurang baik; teknik perlekatan yang salah.
  • Kelainan
    endokrin ibu (jarang terjadi)
  • Jaringan payudara hipoplastik
  • Kelainan
    metabolisme atau pencernaan bayi, sehingga tidak dapat mencerna ASI
  • Kurangnya gizi ibu

PROSES MENYUSUI 

Proses Laktasi dan Menyusui 
 
Anatomi dan Fisiologi Payudara
Payudara wanita memiliki tiga unsure,yakni kelenjar susu yang menghasilkan susu,saluran susu dan jaringan penunjang yang meningkat kelenjar-kelejar susu.saluran susu bermuara keputing susu.Pemukaan putting susu memilki kurang lebih 20 ujung saluran susu yang berhubungan dengan kelenjar yang berada dipayudara.Jaringan penunjang terdiri dari jaringan lemak dan jaringan ikat yang berada diantara kelenjar susu dan saluran susu agar menjadi kesatuan.
Proposi antar kelenjar susu, saluran susu dan jaringan penunjang berubah dengan bertambah usia. Pada masa remaja payudara terdiri dari saluran- saluran susu. Dengan bertambahnya usia, kelenjar susu akan bertanbah . Kelenjar susu mencapai jumlah terbanyak saat hamil dan menyusui, karena kelenjar tersebut digunakan untuk memproduksi air susu. Jaringan lemak juga akan bertambah banyak dengan bertambahnya usia. Semakin tua usia wanita, semakin banyak jaringan lemak didalam payudara akan ditemukan pada masa menopause.
Selain ketiga unsur tersebut, terdapat ligament yang melekat di tulang dada dan otot (musculus pectoralis Mayor) yang berada didasar payudara. Dengan bertambahnya usia ligament ini akan mengendur sehingga payudara akan tampak turun. Sementara itu, otot berfungsi untuk menggerakan payudara. Jika otot digerakkan, payudara akan ikut bergerak.
Payudara juga berhubungan dengan kelenjar getah bening. Kalenjar getah bening berhubungan erat hubungan dengan payudara adalah kelenjar getah bening yang ada diketiak, atas tulang clavikula. Kelenjar getah bening berfungsi sebagai benteng penyaring sel-sel yang meradang akibat infeksi. Jika terjadi infeksi, sel getah akan membesar. Kelainan yang terjadi pada payudara, seperti kanker, bisa terlokalisir pada kelenjar getah bening tersebut. Dalam keadaan normal kelenjar getah bening tidak terasa sewaktu diraba. Namun, kalau kanker menyebar kekelenjar getah bening, kelenjar ini akan terasa seperti tonjolan.
Salah satu keajaiban payudara wanita terletak pada ukuran yang tidak selalu sama antara kiri dan kanan, tetapi pada beberapa wanita ada juga yang sama. Kadang-kadang ada yang payudara kirinya lebih besar dari payudara, atau sebaluiknya. Meskipun demikian fungsinya tetap sama. 

B. Dukungan Bidan Dalam Pemberian ASI
Salah satu kodrat adalah melahirkan anak.Anak membutuhkan makanan untuk menunjang awal kehidupannya. Makanan utama bayi baru lahir adalah ASI. Air susu yang pertama kali keluar yang disebut kolostrum, merupakan, makanan terbaik. Sebab, mengandung zat antibody yang berguna bagi tubuh bayi untuk melawan berbagai penyakit. Sejak ibu mengalami, kelenjar susu pada payuara berkembang secara alamiah menyiapkan pembentukan air susu.
Air susu dan hrus memotipasi ibu bahwa ASI sumber makanan bergizi yang akan mendukung buah hati tumbuh dan cerdas, oleh karena itu ketika lahir hingga bayi berusia 6 bulan, ASI diberikan satu-satu sumber Bila keadaan ibu memungkinkan segera setelah bayi lahir harus sudah disusukan agar menyusui dini dapat diterapkan dan ikatan batin antara ibu dan bayi terjalin.makanan (ASI eksklusif ).
Selama ini para ibu menyusui pada umumnya berpendapat bahwa kualitas atau banyaknya ASI merupakan faktor penentu sukes tidaknya menyusui. Tapi persepsi ini tidak sepenuhnya tepat, karena selain kualitas, kualitas ASI juga penting.
Dalam kualitas, ibu dapat meningkatkannya melaluimanajemen laktasi. Sementara kualitas ASI sangatb ditentukan oleh nutrisi yang ibu konsumsi. Dengan demikian ibu menyusui dianjurkan untuk mengensumsi nutrisi yang lengkap dengan kandungan gizi yang baik untuk kecerdasan si buah hati. 

Manfaat pemberian ASI
 
Bagi Ibu
  • lebih ekonomis dan efisien
  • Membantu mempercepat involusio uterus
  • Membantu menunda kembalinya masa subur ibu.sebagai salah satu cara mengantur jarak kelahiran (sistem KB).
  • mempercepat penurunan berat badan ibu.
  • Mencegah/penurunan kanker payudara dan induk telur.
  • Mencegah ibu mengalami pedarahan paska persalinan,sehingga dapat mencegah anemia.
  • Mempererat hubungan batin antara bayi dan ibu .
Bagi Bayi
  • Memiliki komposisi nutrisi yang terbaik.
  • Bersifat steril dan bebas dari pencernaan kuman
  • Mengandung banyak antimikroba, antiperadangan dan anti bodi. Sebagai anti penyakit, yang memperkuat daya tahan tubuh bayi dari serangan penyakit.
  • Tidak menyebabkan elergi
  • Mudah dicerna dan diserap oleh tubuh bayi
  • Dekapan ibu pada saat menyusui, akan memberikan rasa aman bagi bayi.
Komposisi Gizi Dalam Asi
Asi merupakan sumber makanan bergizi lengkap bermemfaat untuk membantu perkembangan otak bayi (Baby"s Brain Development), yang terkandung dalam Asi adalah : 

Spingomyelin dan kolin
Sangat dibutuhkan oleh bayi baru lahir, yaitu untuk pertumbuhan organ-organ tubuh terutama pertumbuhan sel-sel otak yang berlangsung cepat, dalam hal ini, kolin dibutuhkan untuk mempercepat sentesis dan pelepasan asetil kolin, yaitu neurotransmitter yang berperan dalam penyimpan memori, berpikir, bebicara, gerakan sadar dan rangsangan sensorik. 

AA Dan DHA (Brain care)
Merupakan Zat gizi penting yang diperlukan untuk berfungsi sel saraf dalam menerusakan rangsangan, 

Omega 3 dan Omega 6.
Asam lemak esensial untuk mendukung perkembangan otak bayi yang optimal 

Laktoferin
Laktulosa
Kalsium
Zat Besi
Asam Folat
Vitamin D
Vitamin dan Mineral Lengkap
 
Dengan Asi yang berkualitas, perkembangan otak bayi akan lebih optimal. Diharapkan saat ia berusia 1 tahun, berat otaknya mencapai tiga kali dibandingkan ketika lahir (jika berat otak saat lahir 350 gram, maka usia satu tahan akan mencapai 1000 gram) 

Upaya Memperbanyak ASI
Nutrisi yang baik sangat penting untuk menunjang pertumbuhan sikecil, otaknya yang sedang sangat memerlukan dukungan zat gizi yang memadai, karena itu ibu harus semakin jeli dalam memilih sumber nutrisinya agar sikecil tumbuh dan berkembang secara optimal.
Untuk meningkatkan jumlah Asi, ibu sebaiknyamenjalankan manajemen laktasi, yaitu sebagai berikut :
  • Sesuailah bayi lebih sering, minimal lebih 8 kali dalam 24 jam
  • Setiap menyusui, gunakanlah kedua payudara secara bergantian tetapi diusahkan satu payudara sampai habis, baru pindah kepayudara yang lainnya.
  • Kosumsi nutrisi lengkap dengan cukup kalori dan cukup air
  • Saat menyusui, sebaiknya ibu berada di lingkungan yang tenang.
Perawatan Payudara Saat Hamil
Selama kehamilan payudara mengalami perubahan. Yakni lebih kencang. Merawat payudara dengan baik selama hamil akan berdampak pada produksi ASI. Berikut ini adalah tips untuk merawat payudara pada saat hamil, di bagi berdasarkan fase kehamilan. 

Umur kehamilan 3 bulan
Periksa puting susu untuk mengetahui apakah puting susu datar atau masuk ke dalam dengan cara memijat dasar puting susu secara perlahan. puting susu yang normal akan menonjol keluar. Apabila puting susu tetap datar atau masuk kembali ke dalam payudara, maka sejak hamil 3 bulan harus dilakukan perbaikan agar bisa menonjol. Caranya adalah dengan menggunakan kedua jari telunjuk atau ibu jari, daerah di sekitar puting susu diurut ke arah berlawanan menuju ke dasar payudara sampai semua daerah payudara. Dilakukan sehari dua kali se-lama 6 menit. 

Usia Kehamilan 6-9 Bulan
Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa, kemudian puting susu sampai areola mamae (daerah sekitar puting dengan warna lebih gelap) dikompres dengan minyak kelapa selama 2-3 menit. Tujuannya untuk memperlunak kotoran atau kerak yang menempel pada puting susu agar mudah dibersihkan. Jangan membersihkan dengan alkohol karena dapat menyebabkan puting susu lecet.
Selanjutnya kedua puting susu dipegang lalu ditarik, diputar ke arah dalam clan ke arah luar (berlawanan jarum jam). Pangkal payudara dipegang dengan kedua tangan, lalu diurut ke arah puting susu sebanyak 30 kali sehari. Lalu pijat kedua areola mamae hingga keluar 1-2 tetas. Setelah itu, puting susu dibersihkan dengan handuk kering clan bersih. 

Pemijatan Payudara
Bersihkan payudara memakai air, lalu pijat memakai minyak. Pemijatan dilakukan dengan kedua tangan, sekeliling payudara diurut memutar search jarum jam can kemudian berbalik arah/ berlawanan jarum jam. Setelah itu lakukan pengurutan dari bawah menuju puting, namun putingnya sendiri tak perlu di-massage karena talk berkelenjar. Usai massage, ketuk-ketuklah payudara memakai ujung jari atau ujung rugs jari. 

Senam Teratur
Senam yang bisa dilakukan, posisi berdiri, tangan kanan memegang bagian lengan bawah kiri dekat siku, sebaliknya tangan kiri memegang lengan bawah kanan (seperti orang bersedakep). Kemudian tekan kuatkuat ke arah dada dengan cara mempererat pegangan, sehingga terasa tarikannya pada otot-otot di dasar payudara. Selanjutnya lemaskan kembali. Lakukan berulang-ulang hingga 30 kali. Yang kedua, Pegang bahu dengan kedua ujung tangan, kemudian siku diputar ke depan sehingga lengan bagian dalam mengurut (massage) payudara ke arah atas. Diteruskan gerakan tangan ke atas ke belakang can kembali pada posisi semula. Lakukan latihan ini 20 kali putaran. 

Memakai Bra yang Pas
 
PERAWATAN PAYUDARA PADA IBU HAMIL DAN NIFAS
Untuk mengatasi rasa tak enak pada saat payudara membesar, pakailah bra yang pas dan bisa memegang. Jangan pakai yang terlalu ketat atau longgar, tapi harus benarbenar pas sesuai ukuran payudara saat itu dan dapat menopang perkembangan payudara

PENGERTIAN
Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas (masa menyusui) untuk memperlancarkan pengeluaran ASI

TUJUAN
· Memelihara kebersihan payudara
· Melenturkan dan menguatkan putting susu
· Memperlancar produksi ASI

WAKTU PELAKSANAAN
Dilakukan dua kali sehari pada waktu mandi pagi dan sore hari

SYARAT-SYARAT UNTUK MENDAPATKAN HASIL YANG DIHARAPKAN
· Dilakukan secara teratur dan sistematis
· Makanan dan minuman ibu yang seimbang dan sesuai dengan kesehatan ibu
· BH (Bra) yang dipakai ibu selalu bersih dan menyokong payudara

ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN
· Minyak kelapa
· Handuk bersih dua buah
· Baskom dua buah
- Satu di isi air hangat
- Satunya berisi air dingin
· Kapas
· Bengkok
· Waslap dua buah 

TEKNIK PERAWATAN PAYUDARA
1. Tempelkan kapas yang sudah diberi minyak kelapa selama ± 5 menit, kemudian putting susu dibersihkan
2. Tempelkan kedua telapak tangan diantara kedua payudara.
3. Pengurutan dimulai kearah atas, kesamping, telapak tangan kiri kearah sisi kiri, telapak tangan kanan kearah sisi kanan.
4. Pengurutan diteruskan kebawah, selanjutnya melintang, telapak tangan mengurut kedepan kemudian dilepaskan dari payudara, gunakan diulangan 30 kali.
5. Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan sisi kelingking mengurut payudara kearah putting susu, gerakan diulang sebanyak 30 kali untuk tiap payudara.
6. Telapak tangan kiri menopang payudara, tangan kanan menggenggam dan mengurut payudara dari pangkal menuju keputing susu, gerakan ini diulang sebanyak 30 kali untuk setiap payudara.
7. Selesai pengurutan, payudara disiram dengan air hangat dan dingin bergantian selama ± 5 menit, kemudian gunakan BH yang bersih dan menopang. (catatan kuliah-berbagai sumber)
Perawatan payudara setelah melahirkan dilakukan secara rutin selama ibu menyusui bayinya. Terus bagaimana donk cara perawatan payudara yang benar… 

Nich tipsnya :
· Sebelum melakukan perawatan payudara cuci tangan terlebih dahulu
· Licinkan kedua telapak tangan dengan minyak sayur / baby oil
· Letakkan kedua telapak tangan di antara kedua payudara
· Gerakkan memutar, kesamping dan kebawa sebanyak 10-15 kali
· Tangan kiri menopang payudara kiri, tangan kanan mengurut payudara dari pangkal ke arah puting susu sebanyak 10-15 kali.
· Ketuk-ketuk payudara dengan ruas jari tangan secara berulang-ulang
· Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kanan.
Apabila payudara terasa sakit karena terlalu penuh berisi ASI atau apabila puting susus lecet, anda dapat melakukan pemerahan payudara dengan tangan.
Nach cara untuk memerah dengan tangan ada beberapa tips salah satunya adalah :
  • Pegang payudara di bagian pangkal dengan kedua tangan
  • Gerakkan tangan ke arah depan ( mengurut ke ara puting susu )
  • Pijat daerah areola ( warna itam sekitar puting ) dan dipera ke arah puting susu
  • Kumpulkan ASI yang telah di perah dalam mangkok atau botol bersih.
  • Jabat Erat Selalu
Komplikasi nifas 

Infeksi Nifas 

Pengertian
Infeksi nifas adalah semua peradangan yang disebabkan oleh masuknya kuman-kuman ke dalam alat-alat genital pada waktu persalinan dan nifas

Etiolog
Berdasarkan masuknya kuman ke dalam alat kandungan.
· Ektogen (kuman datang dari luar)
· Autogen (kuman masuk dari tempat lain dalam tubuh)
· Endogen (dari jalan lahir sendiri) 

Berdasarkan kuman yang sering menyebabkan infeksi.

Streptococcus Haemolyticus Aerobik
Masuknya secara eksogen dan menyebabkan infeksi berat yang ditularkan dari penderita lain, alat – alat yang tidak suci hama, tangan penolong.

Staphylococcus aureus
Masuk secara eksogen, infeksinya sedang, banyak ditemukan sebagai penyebab infeksi di rumah sakit. 

Eschericia coli
Sering berasal dari kandung kemih dan rektum, menyebabkan infeksi terbatas. 

1. Clostridium welchii
Kuman aerobik yang sangat berbahaya, sering ditemukan pada abortus kriminalis dan partus yang ditolong dukun dari luar rumah sakit. 

Patofisiologi
Setelah kala III, daerah bekas insersio plasenta merupakan sebuah luka dengan diameter kira – kira 4 cm. Permukaannya tidak rata, berbenjol – benjol karena banyaknya vena yang ditutupi trombus. Daerah ini merupakan tempat yang baik untuk tumbuhnya kuman dan masuknya jenis yang patogen dalam tubuh wanita. Servik sering mengalami perlukaan pada persalinan, demikian juga vulva, vagina dan perineum, yang merupakan tempat masuknya kuman patogen.
Infeksi nifas dapat dibagi menjadi 2 golongan, yaitu satu infeksi yang terbatas pada perineum, vulva, vagina, servik dan endometrium, kedua penyebaran dari tempat tersebut melalui vena-vena, melalui jalan limfe dan melalui permukaan endometrium. 

Tanda dan gejala
Infeksi akut ditandai dengan demam, sakit didaerah infeksi, berwarna kemerahan, fungsi organ tersebut terganggu. Gambaran klinis infeksi nifas dapat berbentuk : 

a. Infeksi local
Pembengkakan luka episiotomi, terjadi penanahan, perubahan warna kulit, pengeluaran lochea bercampur nanah, mobilitasi terbatas karena rasa nyeri, temperatur badan dapat meningkat.
b. Infeksi umum
Tampak sakit dan lemah, temperatur meningkat, tekanan darah menurun dan nadi meningkat, pernafasan dapat meningkat dan terasa sesak, kesadaran gelisah sampai menurun dan koma, terjadi gangguan involusi uterus, lochea berbau dan bernanah serta kotor. 

1. Cara terjadinya infeksi
2. Manipulasi penolong yang tidak suci hama, atau periksa dalam yang berulang-ulang dapat membawa bakteri yang sudah ada ke dalam rongga rahim.
3. Alat-alat yang tidak suci hama.
4. Infeksi droplet, sarung tangan dan alat – alat terkena infeksi, kontaminasi yang berasal dari hidung, tenggorokan dari penolong.
5. Infeksi rumah sakit.
6. Koitus pada akhir kehamilan pada ketuban pecah dini.
7. Infeksi intra partum.
8. Faktor predisposisi
9. Persalinan yang berlangsung lama sampai terjadi persalinan terlantar.
10. Tindakan operasi persalinan.
11. Tertinggalnya plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
12. Ketuban pecah dini.
13. Keadaan yang dapat menurunkan keadaan umum.
14. Pencegahan
15. Lakukan mobilisasi dini sehingga darah lochea keluar dengan lancar.
16. Perlukaan dirawat dengan baik.
17. Rawat gabung dengan isolasi untuk mengurangi infeksi nasokomial. 

Kelainan-Kelainan Lainnya Dalam Nifas 

Kelainan pada Rahim
· Sub involusi uteri
Involusi adalah keadaan uterus mengecil oleh kontraksi rahim dimana berat rahim dari 1000 gram saat setelah bersalin, menjadi 40–60 gram 6 minggu kemudian. Pada beberapa keadaan terjadinya proses involusi rahim tidak berjalan sebagaimana mestinya, sehingga proses pengecilannya terlambat. Keadaan demikian disebut sub involusi uteri.
Penyebab terjadinya sub involusi uteri adalah terjadinya infeksi pada endometrium, terdapat sisa plasenta dan selaputnya, terdapat bekuan darah atau mioma uteri. Pada palpasi uterus teraba masih besar, fundus masih tinggi, lochea banyak, dapat berbau dan terjadi perdarahan. 

Perdarahan masa nifas 

1. Pengertian
Perdarahan lebih dari 500 – 600 ml dalam masa 24 jam setelah anak lahir. 

Pembagian
· Perdarahan postpartum primer (early postpartum hemorhage) yang terjadi pada 24 jam pertama.
· Perdarahan postpartum sekunder (late postpartum hemorrhage) yang terjadi setelah 24 jam. 

Etiologi
2. Penyebab perdarahan postpartum primer adalah atonia uteri, retensio plasenta, sisa plasenta, laserasi jalan lahir dan inversio uteri. Sedangkan penyebab perdarahan postpartum sekunder adalah sub involusi, retensi sisa plasenta, infeksi nifas. 

Pencegahan
Pencegahan perdarahan post partum dapat dilakukan dengan mengenali resiko perdarahan post partum (uterus distensi, partus lama, partus dengan pacuan), memberikan oksitoksin injeksi setelah bayi lahir, memastikan kontraksi uterus setelah bayi lahir, memastikan plasenta lahir lengkap, menangani robekan jalan lahir.
  • Kelainan lain dalam nifas

Flegmasia alba dolens
Yaitu suatu tromboflebitis yang mengenai satu atau kedua vena vemoralis. Hal ini disebabkan oleh adanya trombosis atau embolus yang disebabkan karena adanya perubahan atau kerusakan pada intima pembuluh darah, perubahan pada susunan darah, laju peredaran darah, atau karena pengaruh infeksi atau venaseksi.
Faktor predisposisinya adalah usia lanjut, multi paritas, obstetri operatif, adanya farices dan infeksi nifas.
Gejala klinisnya meliputi suhu badan naik, nyeri kaki dan betis pada saat berjalan atau ditekan (tanda homan) dan bengkak (tumor) kalau ditekan menjadi cekung.

Nekrosis hipofisis lobus anterior post partum
Sindroma sheehan atau nekrosis lobus depan dari hipofisis karena syock akibat perdarahan persalinan. Hipofisis ikut berinvolusi setelah persalinan karena syock akibat perdarahan hebat pada hipofisis terjadilah nekrosis pada pars anterior. Mungkin pula nekrosis ini terjadi karena pembekuan intravaskuler menyebabkan trombosis pada sinusoid hipofisis. Gejala timbul agalaksia, amenore, dan insufisiensi hormon pars anterior hipofisis. 

Komplikasi dan Penyakit Dalam Masa Nifas dan Penangannya 
 
KOMPLIKASI DAN PENYAKIT DALAM MASA NIFAS SERTA PENANGANANNYA
 
1. INFEKSI NIFAS 
 
Definisi
Infeksi nifas mencakup semua peradangan yg disebabkan oleh masuknya kuman-kuman kedalam alat-genital genital pd wktu persalinan dan nifas.
Demam dalam nifas sering disebabkan infeksi nifas, ditandai dengan suhu 38 ÂșC yg terjadi selama 2 hari berturut-turut.
Kuman2 penyebab infeksi dapat berasal dari eksogen atau endogen, kuman2nya seperti streptococcus, bacil coli, staphylococcus. 

Faktor Predisposisi
Perdarahan
Trauma persalinan
Partus lama
Retensio plasenta
KU ibu (anemia dan malnutrition) 

Patologi
Patologi infeksi nifas sama dgn infeksi luka. Infeksi itu dapat:
Terbatas pada lukanya (infeksi luka perineum, vagina, serviks atau endometrium)
Infeksi itu menjalar dari luka ke jaringan sekitarnya (thrombophlebitis, parametritis, salpingitis, peritonitis)
Macam-macam infeksi nifas : 

ENDOMETRITIS
Merupakan jenis infeksi yg paling sering, kuman-kuman memasuki endometrium biasanya pd luka bekas insersio plasenta & dalam waktu singkat mengikutsertakan seluruh endometrium.
Pd batas antara daerah yg meradang & daerah sehat trdapat lapisan terdiri atas leukosit. Leukosit akn membuat pagar pertahanan & disamping itu akan keluar serum yg mengandung zat anti.
Gambaran klinik tergantung jenis dan virulensi kuman, daya tahan penderita, dan derajat trauma pada jalan lahir. Kadang-kadang lokea tertahan oleh darah, sisa-sisa plasenta dan selaput ketuban. Keadaan ini dinamakan lokeometra.
Hal ini dapat menyebabkan kenaikan suhu.
Pada endometritis yg tdk meluas, penderita pd hari pertama merasa kurang sehat dan perut nyeri, milai hari ke-3 suhunya meningkat, nadi cepat, namun dalam kurun waktu 1 mggu keadaan akan menjadi normal. 

PERITONITIS
Infeksi nifas dapat menyebar melalui pembuluh limfe di dlm uterus langsung mencapai peritonium shg menyebabkan peritonitis.
Peritonitis yg hanya terbatas pd daerah pelvis, gejalanya tidak seberat pd peritonitis umum.
Penderita demam, perut bawah nyeri, tetapi keadaan umum tetap baik. Sedangkan pd peritonitis umum suhu meningkat mjd tinggi, nadi cepat dan kecil, perut kembung dan nyeri. Muka mejadi pucat, mata cekung dan kulit muka dingin. 

Penanganan:
Lakukan nasogastric suction
Berikan infus (NaCl atau RL)
Berikan antibiotika sehingga bebas panas selama 24 jam:
- Ampisilin 2 gr IV, kemudian 1 gr setiap 6 jam, ditambah gentamicin 5 mg/kgBB IV dosis tunggal/hari dan metronidazol 500mg IV setiap 8 jam.
Laparotomi diperlukan untuk pembersihan perut (peritoneal lavage) 

BENDUNGAN ASI
 
Definisi
Bendungan ASI adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar yang tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada putting susu (Mochtar, 1996).
Menurut Huliana (2003) payudara bengkak terjadi karena hambatan aliran darah vena atau saluran kelenjar getah bening akibat ASI terkumpul dalam payudara. Kejadian ini timbul karena produksi yang berlebihan, sementara kebutuhan bayi pada hari pertama lahir masih sedikit. 

Patologi
Faktor predisposisi terjadinya bendungan ASI antara lain :
Faktor hormon
Hisapan bayi
Pengosongan payudara
Cara menyusui
Faktor gizi
Kelainan pada puting susu 

Patofisiologi
Gejala yang biasa terjadi pada bendungan ASI antara lain payudara penuh terasa panas, berat dan keras, terlihat mengkilat meski tidak kemerahan.
ASI biasanya mengalir tidak lancar, namun ada pula payudara yang terbendung membesar, membengkak dan sangat nyeri, puting susu teregang menjadi rata.
ASI tidak mengalir dengan mudah dan bayi sulit mengenyut untuk menghisap ASI. Ibu kadang-kadang menjadi demam, tapi biasanya akan hilang dalam 24 jam (Mochtar, 1998).
Penatalaksanaan
Upaya pencegahan untuk bendungan ASI adalah :
Menyusui dini, susui bayi sesegera mungkin (setelah 30 menit) setelah dilahirkan
Susui bayi tanpa jadwal atau ondemand
Keluarkan ASI dengan tangan atau pompa, bila produksi melebihi kebutuhan bayi
Perawatan payudara pasca persalinan 

Upaya pengobatan untuk bendungan ASI adalah :
Kompres
hangat payudara agar menjadi lebih lembek
Keluarkan
sedikit ASI sehingga puting lebih mudah ditangkap dan dihisap oleh bayi.
Sesudah
bayi kenyang keluarkan sisa ASI
Untuk
mengurangi rasa sakit pada payudara, berikan kompres dingin
Untuk
mengurangi statis di vena dan pembuluh getah bening lakukan pengurutan (masase) payudara yang dimulai dari putin kearah korpus. (Sastrawinata, 2004) 

INFEKSI PAYUDARA
 
Definisi
Dalam masa nifas dapat terjadi infeksi dan peradangan pada mammae terutama pada primipara. Tanda-tanda adanya infeksi adalah rasa panas dingin disertai dengan kenaikan suhu, penderita merasa lesu dan tidak ada nafsu makan. Penyebab infeksi adalah staphilococcus aureus. Mamae membesar dan nyeri dan pada suatu tempat, kulit merah, membengkak sedikit, dan nyeri pada perabaan. Jika tidak ada pengobatan bisa terjadi abses. 

Berdasarkan tempatnya infeksi dibedakan menjadi :
a. Mastitis yang menyebabkan abses dibawah areola mamae.
b. Mastitis ditengah-tengah mammae yang menyebabkan abses ditempat itu.
c. Mastitis pada jaringan dibawah dorsal dari kelenjar-kelenjar yang menyebabkan abses antara mammae dan otot-otot dibawahnya. 

Pencegahan
Perawatan putting susu pada laktasi merupakan usaha penting untuk mencegah mastitis. Perawatan terdiri atas membersihkan putting susu dengan minyak baby oil sebelum dan sesudah menyusui untuk menghilangkan kerak dan susu yang sudah mengering. Selain itu juga memberi pertolongan kepada ibu menyusui bayinya harus bebas infeksi dengan stafilococus. Bila ada luka atau retak pada putting sebaiknya bayi jangan menyusu pada mammae yang bersangkutan, dan air susu dapat dikeluarkan dengan pijitan. 

Pengobatan
Segera setelah mastitis ditemukan pemberian susu pada bayi dihentikan dan diberikan pengobatan sebagai berikut :
  • Berikan kloksasilin 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari.
  • Sangga payudara
  • Kompres dingin
  • Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam.
  • Ikuti perkembangan 3 hari setelah pemberian pengobatan
  • Bila ada abses, nanah perlu dikeluarkan dengan sayatan sedikit mungkin pada abses, dan nanah dikeluarkan sesudah itu dipasang pipa ketengah abses, agar nanah bisa keluar. Untuk mencegah kerusakan pada duktus laktiferus sayatan dibuat sejajar dengan jalannya duktus-duktus. Atau jika terdapat masa padat, mengeras dibawah kulit yang kemerahan :
Berikan antibiotik kloksasilin 500 mg per oral 4 kali sehari selama 10 hari atau eritromisin 250 mg per oral 3 kali sehari selama 10 hari 

Drain abses :
  • Anestesi umum dianjurkan
  • Lakukan insisi radial dari batas puting ke lateral untuk menghindari cidera atau duktus
  • Gunakan sarung tangan steril
  • Tampon longgar dengan kasa
  • Lepaskan tampon 24 jam ganti dengan tampon kecil
  • Jika masih banyak pus tetap berikan tampon dalam lubang dan buka tepinya
  • Yakinkan ibu tetap menggunakan kutang
  • Berikan paracetamol 500 mg bila perlu
  • Evaluasi 3 hari 

THROMBOPHLEBITIS
Penjalaran infeksi melalui vena. Sering terjadi dan menyebabkan kematian. Dua golongan vena yg memegang peranan yaitu:
Vena-vena dinding rahim lig. Latum (vena ovarica, vena uterina, dan vena hipogastrika) atau disebut tromboplebitis pelvic
Vena-vena tungkai (vena femoralis, poplitea, dan saphena) atau disebut tromboplebitis femoralis 

Tromboplebitis pelvic
Yg paling sering meradang adalah vena ovarica, karena pd vena ini mengalirkan darah dr luka bekas plasenta.
Penjalarannya yaitu dr vena ovarica kiri ke vena renalis, vena ovarica kanan ke cava inferior 

Tromboplebitis femoralis
Dari
trombophelebitis vena saphena magna atau peradangan vena femoralis sndr
Penjalaran
thrombophebitis vena terin
Akibat parametritis : thrombophlebitis pd vena femoralis mgkn tjd krn aliran
darah lambat didaerah lipat paha krn vena tertekan lig.inguinale.
Thrombophlebitis
femoralis tjd oedem tungkai yg mulai pd jari kaki dan naik ke kaki, betis, dan paha. Biasanya hanya 1 kaki yg bengkak tapi kadagn keduanya.
Penyakit ini dikenal dgn nama phlegmasia alba dolens (radang yg putih & nyeri)
 
LUKA PERINIUM
Luka akan menjadi nyeri, merah dan bengkak akhirnya luka terbuka dan mengeluarkan getah bernanah. 

2. PERDARAHAN POST PARTUM DAN PENANGANNYA
 
Pengertian
Perdarahan post partum adl perdarahan lebih dari 500-600 ml selama 24 jam stl anak lahir.
Tahap perdarahan Post Partum
Early post partum (primer), tjd 24 jam pertama stl bayi lahir
Late post partum (sekunder), tjd lebih dr 24 jam pertama stl bayi lahir
Hal-hal yang menyebabkan perdarahan Post Partum 

Atonia uteri
 
Definisi
Gagalnya uterus berkontraksi dgn baik stl persalinan 

Penyebab
Umur yg terlalu muda/terlalu tua
Paritas (multipara dan grandemulti)
Partus lama
Uterus terlalu regang atau besar (pd gemelli,bayi besar)
Kelainan uterus
Faktor sosial ekonomi 

Penanganan
Segera lakukan massage uterus dan suntikan ergometrin scr IV.
jika tindakan ini tdk berhasil lakukan kompresi bimanual pd uterus. 

Retenio plasenta
 
Definisi :
Keadaan dimana plasenta blm lahir dlm wktu lebih dr 30 menit setelah bayi lahir 

Penyebab :
Plasenta blm lepas dr dinding uterus, menurut perlekatannya dibagi mejadi:
Plasenta normal
Plasenta adesiva
Plasenta inkreta
Plasenta akreta
Plasenta prekreta
Plasenta sdh lepas akan tetapi blm dilahirkan
Penanganan :
Manual plasenta
Perasat Crede
Perasat brant 

Inversio Uteri
 
Definisi :
Keadaan dmn keadaan fundus uteri terbalik sebagian atau seluruhnya ke dalam kavum uteri.
Inversio
Uteri di bagi mejadi :
Inversio uteri ringan : Fundus uteri terbalik menonjol dalam kavum uteri, namun blm keluar dr ruangan rongga rahim
Inversio uteri sedang : fundus uteri terbalik & sdh masuk dlm vagina
Inversio uteri berat : uterus & vagina smuanya terbalik & sebagian udh keluar vagina 

Penyebab :
a. Uterus lembek, lemah, tipis dindingnya
b. Grandemultipara
c. Kelemahan alat kandungan (tonus otot rahim yg lemah)
d. Tekanan intra abdominal yg tinggi (ex. Mengejan / batuk) 

Penanganan :
a. Perbaiki KU ibu
b. Berikan Oksigen
c. Infus IV cairan elektrolit dan transfusi darah
d. Setelah itu lakukan reposisi dengan anestesi umum 

Robekan jalan lahir
Robekan jalan lahir mrpk penyebab ke2 tersering dr perdarahan PP
Gejala : perdarahan segera, darah segar mengalir segera stlh bayi lahir, kontraksi uterus baik, plasenta baik, kadang ibu terlihat pucat, lemah , menggigil.
Robekan perinium di bagi 4 :
Tingkat 1 :
Robekan hanya pada selaput lender vagina atau tanpa mengenai, kulit perineum
Tingkat 2 :
Robekan mengenai selaput lender vagina & otot perinea transversalis tapi tidak mengenai springter ani.
Tingkat 3 :
Robekan mengenai seluruh perinium & otot springter ani
Tingkat 4 :
Robekan sampai mukosa rectum
Sebagian plasenta yg tertinggal (plasenta restan)
 
3. GANGGUAN PSIKOLOGIS MASA NIFAS
 
Post Partum Blues
Disebabkan oleh perubahan perasaan yg dialami ibu saat hamil sehingga sulit menerima kehadiran bayinya. Biasanya muncul sekitar 2 hari smp 2 mgg sejak kelahiran bayi.
Sebetulnya ini hal yg normal & akan hilang dengan sndrnya sekitarnya 10-14 hari stlh melahirkan. 

Etiologi :
· Perubahan Hormon
· Stress
· ASI tdk keluar
· Frustasi yg tdk mau tdr
· Kelelahan pasca kelahiran
· Suami yg tidak mau membantu
· Problem dgn org tua dan mertua
· Takut kehilangan bayi
· Takut untuk memulai hubungan suami istri
· Bayi sakit
· Rasa bosan si ibu dan problem dgn si sulung
· Adakalanya ibu merasakan kesedihan krn kebebasan, otonomi, interaksi sosial, kemandiriannya berkurang hal ini menyebabkan depresi post partum
 
Depresi Post Partum
 
Gejala2 :
· Merasa bosan & sedih atau menangis sesudah melahirkan.
· Mudah marah, tersinggung dan perasaan lebih sensitif kala melihat bayi
· menangis, sering muntah, tanpa sadar kadang suka memarahi sang bayi.
· Merasa tersinggiung, bersalah, & malu selama di RS.
· Nafsu makan hilang, dan takut menyentuh bayi
· Tidak ada perhatian untuk penampilan pribadi
· Gejala fisik seperti banyak wanita sulit bernafas atau berdebar2. 

Penanganan :
· Pelajari diri sendiri
· Tidur & makan yg cukup
· Olah raga
· Hindari perubahan hidup sblm dan ssdh melahirkan
· Beritahukan perasaan anda
· Dukungan keluarga & orang lain
· Persiapan diri dengan baik
· Lakukan pekerjaan rumah tangga
Dukungan emosional 

Post Partum Psikosa
 
Definisi
Adalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu setelah melahirkan. 

Penyebab
Disebabkan karena wanita menderita bipolar disorder atau masalah psikiatrik lainnya yang disebut schizoaffektif disorder. Wanita tersebut mempunyai resiko tinggi untuk terkena post partum psikosa. 

Gejala
Gejala yang sering terjadi adalah:
1. Delusi
2. Halusinasi
3. Gangguan saat tidur
4. Obsesi mengenai bayi 

Gambaran Klinik
1. Terkena perubahan mood secara drastis, dari depresi ke kegusaran dan berganti menjadi euforia dalam waktu singkat.
2. Penderita kehilangan semangat dan kenyamanan dalam beraktifitas,sering menjauhkan diri dari teman atau keluarga, sering mengeluh sakit kepala dan nyeri dada, jantung berdebar-berdebar serta nafas terasa cepat. 

Pencegahan
Untuk mengurangi jumlah penderita ini sebagai anggota keluarga hendaknya harus lebih memperhatikan kondisi dan keadaan ibu serta memberikan dukungan psikis agar tidak merasa kehilangan perhatian.
Saran kepada penderita untuk:
1. Beristirahat cukup
2. Mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
3. Bergabung dengan orang-orang yang baru
4. Bersikap fleksible
5. Berbagi cerita dengan orang terdekat
6. Sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis 

Penanganan 

Farmakologis
Penanganan dalam tingkat dini terdiri atas psikoanalisis dan obat-obat sedatif dalam dosis tinggi (konsultasi dgn Dokter, Psikolog, Psikiater) 

Tenaga kesehatan
  • Yakinkan calon ibu bahwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar sejak kunjungan awal ANC.
  • Ajarkan dan berikan latihan-latihan relaksasi otot dan pernafasan
  • Hindari kata-kata yang mematahkan semangat klien
  • Tetap jaga wibawa, bila pasien mencoba melucu (tidak ikut tertawa saat pasien mencoba menarik kita untuk tertawa)
  • Perhatikan adanya kelainan-kelainan fisik
  • Tinjau keluarga untuk menlihat toleransi dan penerimaan/pengertian terhadap kondisi pasien serta untuk terapi dan pengawasan selanjutnya.
Perjalanan penyakit dan pengobatan
Perjalanan penyakit bervariasi dan bergantung pada penyebab penyakit
Keparahan psikosis post partum mengharuskan diberikannya terapi farmakologis dan pada sebagian besar kasus dilakukan rawat inap. 

Terapi Gangguan Jiwa
Saat ini tersedia sejumlah besar obat psikotropika untuk mengatasi gangguan jiwa. Sebagian wanita hamil yang memerlukan farmakoterapi telah menderita penyakit jiwa berat, misalnya gangguan bipolar, gangguan skizoafektif, skizofrenia atau depresi mayor berulang. Wanita lain yang memerlukan terapi adalah mereka yang mengalami gangguan emosi yang berkembang selama kehamilan. 

Antidepresan
Depresi berat memerlukan terapi dan pada sebagian besar kasus, manfaat terapi melabihi risikonya.
Antidepresan trisiklik seperti amitriptilin, doksepin, imipramin, dan nortriptilin sering digunakan untuk gangguan-gangguan depresif. 

Efek samping pada ibu adalah hipotensi ortostatik dan konstipasi. Sedasi juga sering terjadi, sehingga obat golongan ini sangat bermanfaat bagi masalah tidur yang berkaitan dengan depresi 

Inhibitor monoamin oksidase (MAOI) adalah antidepresan yang sangat efektif yang semakin jarang digunakan karena menyebabkan hipotensi ortostatik. Pengalaman dengan inibitor selektif ambilan ulang serotonin (selective serotonin reuptake inhibitors, SSRI), termasuk fluoksetin dan sertralin, menyebabkan obat golongan ini menjadi terapi primer bagi sebagian besar penyakit depresi. Obat-obat ini tidak menimbulkan hipotensi ortostatik atau sedasi sehingga lebih disukai daripada antidepresan lain. 

Antipsikotik
Wanita dengan sindrom-sindrom kejiwaan yang berat seperti skizofrenia, gangguan skizoafektif, atau gangguan bipolar sangat mungkin memerlukan terapi antipsikotik selama kehamilan.
Antipsikotik tipikal adalah golongan antagonis dopamine.
Klozapin adalah satu-satunya antipsikotik atipikal yang tersedia, dan obat ini memiliki kerja yang berbeda tetapi tidak diketahui.
Potensi dan efek samping berbagai antipsikotik berbeda-beda. Obat-obat yang berpotensi lebih rendah, klorpromazin dan tioridazin, memiliki efek antikolinergik yang lebih besar serta bersifat sedatif.

Litium
Keamanan litium selama kehamilan masih diperbebatkan. Selain kekhawatiran tantang teratogenesitas, juga perlu dipertimbangkan indeks terapetiknya yang sempit. Pernah dilaporkan toksisitas litium pada neonatus yang mendapat ASI. 

Benzidiazepin
Obat golongan ini mungkin diperlukan selama kehamilan bagi wanita dengan gangguan cemas yang parah atau untuk pasien psikotik yang agitatif atau mengamuk.
Diazepam mungkin menyebabkan depresi neurologis berkepanjangan pada neonatus apabila pemberian dilakukan dekat dengan kelahiran. 

Terapi Kejut Listrik (Elektroconvulsive Therapy, ECT)
Terapi dengan kejutan listrik untuk depresi selama kehamilan kadang-kadang diperlukan pada pasien dengan gangguan mood mayor yang parah dan tidak berespon terhadap terapi farmakologis. 

9 Deteksi Dini Komplikasi Pada Masa Nifas
Posted on October 29th, 2009 in Nifas
Berikut adalah Deteksi Dini Komplikasi pada Masa Nifas :
  1. Perdarahan Pervaginam
Perdarahan pervaginam yang melebihi 500ml setelah bersalin didefinisikan sebagai perdarahan pasca persalinan, terdapat beberapa masalah mengenai definisi ini : 

  • 1. Perkiraan kehilangan darah biasannya tidak sebanyak yang sebenarnya, kadang-kadang hanya setengah dari biasanya. Darah tersebut bercampur dengan cairan amnion atau dengan urine, darah juga tersebar pada spon, handuk dan kain di dalam ember dan lantai.
  • 2. Volume darah yang hilang juga bervariasi akibatnya sesuai dengan kadar hemoglobin ibu. Seorang ibu dengan kadar Hb normal akan dapat menyesuaikan diri terhadap kehilangan darah yang akan berakibat fatal pada anemia. Seorang ibu yang sehat dan tidak anemia pun dapat mengalami akibat fatal dari kehilangan darah.
  • 3. Perdarahan dapat terjadi dengan lambat untuk jangka waktu beberapa jam dan kondisi ini dapat tidak dikenali sampai terjadi syokPenilaian resiko pada saat antenatal tidak dapat memperkirakan akan terjadinya perdarahan pasca persalinan. Penanganan aktif kala III sebaiknya dilakukan pada semua wanita yang bersalin karena hal ini dapat menurunkan insiden perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri. Semua ibu pasca bersalin harus dipantau dengan ketat untuk mendiagnosis perdarahan fase persalinan.

2. Infeksi Masa Nifas
Beberapa bakteri dapat menyebabkan infeksi setelah persalinan, Infeksi masa nifas masih merupakanpenyebab tertinggi AKI. Infeksi alat genital merupakan komplikasi masa nifas. Infeksi yang meluas kesaluran urinary, payudara, dan pasca pembedahan merupakan salah satu penyebab terjadinya AKI tinggi. Gejala umum infeksi berupa suhu badan panas, malaise, denyut nadi cepat. Gejala lokal dapat berupa Uterus lembek, kemerahan dan rasa nyeri pada payudara atau adanya disuria. 

3. Sakit Kepala, Nyeri Epigastrik, Penglihatan Kabur
Gejala-gejala ini merupakan tanda-tanda terjadinya Eklampsia post partum, bila disertai dengan tekanan darah yang tinggi. 

4. Pembengkakan di Wajah atau Ekstrenitas.
Ini berhubungan dengan no 3. 

5. Demam, Muntah, Rasa Sakit Waktu Berkemih
Pada masa nifas dini sensitifitas kandung kemih terhadap tegangan air kemih di dalam vesika sering menurun akibat trauma persalinan serta analgesia epidural atau spinal. Sensasi peregangan kandung kemih juga mungkin berkurang akibat rasa tidak nyaman, yang ditimbulkan oleh epiosomi yang lebar, laserasi, hematom dinding vagina. 

6. Payudara yang Berubah Menjadi Merah, Panas, dan Terasa Sakit.
Disebabkan oleh payudara yang tidak disusu secara adekuat, putting susu yang lecet, BH yang terlalu ketat, ibu dengan diet jelek, kurang istirahat, anemia. 

7. Kehilangan Nafsu Makan Dalam Waktu Yang Lama
Kelelahan yang amat berat setelah persalinan dapat mengganggu nafsu makan,sehingga ibu tidak ingin makan sampai kelelahan itu hilang. Hendaknya setelah bersalin berikan ibu minuman hangat,susu,kopi atau teh yang bergula untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Berikanlah makanan yang sifatnya ringan,karena alat pencernaan perlu istirahat guna memulihkan keadaanya kembali. 

8. Rasa sakit,merah,lunak dan pembengkakan di kaki
Selama masa nifas dapat terbentuk thrombus sementara pada vena-vena manapun di pelvis yang mengalami dilatasi. 

9. Merasa sedih atau tidak mampu mengasuh sendiri bayinya dan dirinya sendiri
Penyebabnya adalah kekecewaan emosional bercampur rasa takut yang dialami kebanyakan wanita hamil dan melahirkan, rasa nyeri pada awal masa nifas,kelelahan akibat kurang tidur selama persalinan dan setelah melahirkan, kecemasan akan kemampuannya untuk merawat bayinya setelah meninggalkan rumah sakit, ketakutan akan menjadi tidak menarik lagi 

Kebutuhan dasar ibu nifas
 
A.Pengertian Nifas
Masa nifas adalah masa setelah melahirkan selama 6 minggu atau 40 hari atau beberapa jam setelah lahirnya plasenta dan mencakup 6 minggu berikutnya. Masa nifas merupakan masa pembersihan rahim, sama seperti halnya masa haid. Selama masa nifas, tubuh mengeluarkan darah nifas yang mengandung trombosit, sel-sel generatif, sel-sel nekrosis atau sel mati dan sel endometrium sisa.
Ada yang darah nifasnya cepat berhenti, ada pula yang darah nifasnya masih keluar melewati masa 40 hari. Cepat atau lambat, darah nifas harus lancar mengalir keluar. Bila tidak, misal, karena tertutupnya mulut rahim sehingga bisa terjadi infeksi.
Meskipun perdarahan nifas berlangsung singkat, sebaiknya tetap menganggap masa nifas belum selesai. Masa nifas tetap saja sebaiknya berlangsung selama 40 hari, baik ibu yang melahirkan normal atau sesar. Sebab, meskipun gejala nifasnya sudah berlalu, belum tentu rahimnya sudah kembali ke posisi semula. 

B.Kebutuhan dalam Masa Nifas
 
1.Kebersihan diri
Jaga kebersihan diri secara keseluruhan untuk menghindari infeksi, baik pada luka jahitan maupun kulit. 

a.Pakaian
Sebaiknya pakaian terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat karena produksi keringat menjadi banyak. Produksi keringat yang tinggi berguna untuk menghilangkan ekstra volume saat hamil. Sebaiknya, pakaian agak longgar di daerah dada sehingga payudara tidak tertekan dan kering. Demikian juga dengan pakaian dalam, agar tidak terjadi iritasi (lecet) pada daerah sekitarnya akibat lochea. 

b.Kebersihan rambut
Setelah bayi lahir, ibu mungkin akan mengalami kerontokan rambut akibat gangguan perubahan hormon sehingga keadaannya menjadi lebih tipis dibandingkan keadaan normal. Jumlah dan lamanya kerontokan berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita yang lain. Meskipun demikian, kebanyakan akan pulih setelah beberapa bulan. Cuci rambut dengan conditioner yang cukup, lalu menggunakan sisir yang lembut. Hindari penggunaan pengering rambut. 

c.Kebersihan kulit
Setelah persalinan, ekstra cairan tubuh yang dibutuhkan saat hamil akan dikeluarkan kembali melalui air seni dan keringat untuk menghilangkan pembengkakan pada wajah, kaki, betis, dan tangan ibu. oleh karena itu, dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan, ibu akan merasakan jumlah keringat yang lebih banyak dari biasanya. Usahakan mandi lebih sering dan jaga agar kulit tetap kering. 

 d.Kebersihan vulva dan sekitarnya
  • Mengajarkan ibu membersihkan daerah kelamin dengan cara membersihkan daerah di sekitar vulva terlebih dahulu, dari depan ke belakang, baru kemudian membersihkan daerah sekitar anus. Bersihkan vulva setiap kali buang air kecil atau besar.
  • Sarankan ibu untuk mengganti pembalut atau kain pembalut setidaknya dua kali sehari. Kain dapat digunakan ulang jika telah dicuci dengan baik dan dikeringkan di bawah matahari atau disetrika.
  • Sarankan ibu untuk mencuci tangan dengan sabun dan air sebelum dan sesudah membersihkan daerah kelaminnya.
  • Jika ibu mempunyai luka episiotomi atau laserasi, sarankan kepada ibu untuk menghindari menyentuh luka, cebok dengan air dingin atau cuci menggunakan sabun.
2.istirahat
Setelah menghadapi ketegangan dan kelelahan saat melahirkan, usahakan untuk rileks dan istirahat yang cukup, terutama saat bayi sedang tidur. Kebutuhan istirahat dan tidur harus lebih diutamakan daripada tugas-tugas rumah tangga yang kurang penting. Jangan sungkan untuk meminta bantuan suami dan keluarga jika ibu merasa lelah. Istirahat juga memberi ibu energi untuk memenuhi kebutuhan makan dan perawatan bayi sering dapat tidak terduga. Pasang dan dengarkan lagu-lagu klasik pada saat ibu dan bayi beristirahat untuk menghilangkan rasa tegang dan lelah. Kurang istirahat akan mempengaruhi ibu dalam beberapa hal, antara lain:
  • Mengurangi jumlah ASI yang diproduksi.
  • Memperlambat proses involusi uterus dan memperbanyak perdarahan.mnyebabkan depresi postpartum dan ketidakmampuan untuk merawat bayi dan dirinya sendiri.
3.Mobilisasi (pergerakan)
Mobilisasi sangat bervariasi tergantung pada komplikasi persalinan, nifas atau sembuhnya luka. Jika tidak ada kelainan, lakukan mobilisasi sedini mungkin, yaitu dua jam setelah persalinan normal. ini berguna untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengeluarkan cairan vagina (lochea). 

4.Eliminasi
Pengeluaran air seni akan meningkat 24-48 jam pertama sampai sekitar hari ke-5 setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena volume darah meningkat pada saat hamil tidak diperlukan lagi setelah persalinan. Oleh karena itu, ibu perlu belajar berkemih secara spontan dan tidak menahan buang air kecil ketika ada rasa sakit pada jahitan. Menahan buang air kecil akan menyebabkan terjadinya bendungan air seni dan gangguan kontraksi rahim sehingga pengeluaran cairan vagina tidak lancar. Sedangkan buang air besar akan sulit karena ketakutan akan rasa sakit, takut jahitan terbuka atau karena adanya haemorroid (wasir). Kesulitan ini dapat dibantu dengan mobilisasi dini, mengkonsumsi makanan tinggi serat dan cukup minum. 

5.Latihan
Latihan setelah melahirkan dilakukan untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengembalikan otot-otot yang kendur, terutama rahim dan perut yang memuai saat hamil. Latihan tertentu beberapa menit setiap hari sangat membantu, seperti:
  • Dengan tidur terlentang dengan lengan di samping, menarik otot perut selagi menarik nafas ke dalam dan angkat dagu ke dada: tahan satu hitungan sampai 5. Rileks dan ulangi sebanyak 10 kali.
  • Untuk memperkuat tonus otot jalan lahir dan dasar panggul (latihan Kegel).
  • Berdiri dengan tungkai dirapatkan. Kencangkan otot-otot, pantat dan pinggul dan tahan sampai 5 hitungan. Kendurkan dan ulangi latihan sebanyak 5 kali.
  • Mulai dengan mengerjakan 5 kali latihan untuk setiap gerakan. Setiap minggu naikkan jumlah latihan 5 kali lebih banyak. Pada minggu ke-6 setelah persalinan ibu harus mengerjakan setiap gerakan sebanyak 30 kali.
6.Dukungan
Ibu pada masa nifas membutuhkan dukungan emosional dan psikologis dari pasangan dan keluarga mereka, yang bisa memberikan dukungan dengan jalan membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas di rumah agar ibu mempunyai lebih banyak waktu untuk mengasuh bayinya. Cegah timbulnya pertentangan dalam hubungan keluarga yang menimbulkan perasaan kurang menyenangkan dan kurang bahagia. Ibu dalam masa nifas bisa merasa takut, oleh karena itu ia akan memerlukan dukungan dan dorongan dengan perasaan ketidakmampuan serta rasa kehilangan hubungan yang erat dengan suaminya, dan juga tanggung jawab yang terus menerus untuk mengasuh bayi dan lain-lainnya. 

7.Nutrisi
Kebutuhan nutrisi pada masa menyusui meningkat 25% yaitu untuk produksi ASI dan memenuhi kebutuhan cairan yang meningkat tiga kali dari biasanya. Penambahan kalori pada ibu menyusui sebanyak 500 kkal tiap hari. Makanan yang dikonsumsi ibu berguna untuk melakukan aktivitas, metabolisme, cadangan dalam tubuh, proses produksi ASI serta sebagai ASI itu sendiri yang akan dikonsumsi bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Makanan yang dikonsumsi juga perlu memenuhi syarat, seperti susunannya harus seimbang, porsinya cukup dan teratur, tidak terlalu asin, pedas atau berlemak, tidak mengansung alkohol, nikotin serta bahan pengawet dan pewarna. Menu makanan yang seimbang mengandung unsur-unsur, seperti sumber tenaga, pembangun, pengatur dan pelindung. 

a.Sumber tenaga (energi)
Sumber tenaga yang diperlukan untuk pembakaran tubuh dan pembentukan jaringan baru. Zat nutrisi yang termasuk sumber energi adalah karbohidrat dan lemak. Karbohidrat berasal dari padi-padian, kentang, umbi, jagung, sagu, tepung roti, mie, dan lain-lain. Lemak bisa diambil dari hewani dan nabati. Lemak hewani yaitu mentega dan keju. Lemak nabati berasal dari minyak kelapa sawit, minyak sayur dan margarin. 

b.Sumber pembangun (protein)
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak atau mati. Sumber protein dapat diperoleh dari protein hewani dan protein nabati. Protein hewani antara lain telur, daging, ikan, udang kerang, susu dan keju. Sedangkan protein nabati banyak terkandung dalam tahu, tempe, kacang-kacangan,  dan lain-lain. 

c.Sumber pengatur dan pelindung (mineral, air dan vitamin)
Mineral,air dan vitamin digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit dan mengatur kelancaran metabolisme di dalam tubuh. sumber zat pengatur bisa diperoleh dari semua jenis sayur dan buah-buahan segar. Beberapa mineral yang penting, antara lain:
  • Zat kapur untuk pembentukan tulang. Sumbernya berasal dari susu, keju, kacang-kacangan, dan sayur-sayuran berdaun hijau.
  • Fosfor untuk pembentukan tulang dan gigi. Sumbernya berasal dari susu, keju, dan daging.
  • Zat besi untuk menambah  sel darah merah. Sumbernya berasal dari kuning telur, hati, daging, kerang, kacang-kacangan dan sayuran.
  • Yodium untuk mencegah timbulnya kelemahan mental. Sumbernya berasal dari ikan, ikan laut, dan garam beryodium.
  • Kalsium merupakan salah satu bahan mineral ASI dan juga untuk pertumbuhan gigi anak. Sumbernya berasal dari susu, keju dan lain-lain.
Kebutuhan akan vitamin pada masa menyusui meningkat untuk memenuhi kebutuhan bayinya. beberapa vitamin yang penting, antara lain:
  • Vitamin A untuk penglihatan berasal dari kuning telur, hati, mentega, sayuran berwarna hijau, wortel, tomat dan nangka.
  • Vitamin B1 agar napsu makan baik yang berasal dari hati, kuning telur, tomat, jeruk, nanas.
  • Vitamin B2 untuk pertumbuhan dan pencernaan berasal dari hati, kuning telur, susu, keju, sayuran hijau.
  • Vitamin B3 untuk proses pencernaan, kesehatan kulit, jaringan saraf dan pertumbuhan. Sumbernya antara lain susu, kuning telur, daging, hati, beras merah, jamur dan tomat.
  • Vitamin B6 untuk pembentukan sel darah merah serta jkesehatan gigi dan gusi. Sumbernya antara lain gandum, jagung, hati dan daging.
  • Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah dan kesehatan jaringan saraf. Sumbernya antara lain telur, daging, hati, keju, ikan laut dan kerang laut.
  • Vitamin C untuk pembentukan jaringan ikat dan bahan semua jaringan ikat (untuk penyembuhan luka), pertumbuhan tulang, gigi dan gusi, daya tahan terhadap infeksi dan memberikan kekuatan pada pembuluh darah. Sumbernya berasal dari jeruk, tomat, melon, mangga, pepaya dan sayuran.
  • Vitamin D untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi serta penyerapan kalsium dan fosfor. Sumbernya berasal dari minyak ikan, ikan, susu, margarine, dan penyinaran kulit dengan matahari pagi sebelum jam 9.
  • Vitamin K untuk mencegah perdarahan. SUmbernya berasal dari hati, brokoli, bayam dan kuning telur.
Untuk kebutuhan cairannya, ibu menyusui harus minum sedikitnya 3 liter air setiap hari (anjurkan ibu untuk minum setiap kali menyusui). 

8.Menyusui
Berikan ASI kepada bayi sesering mungkin (sesuai kebutuhan) tanpa dijadwal. Isapan bayi akan merangsang kelenjar hypofisis anteior mengeluarkan prolaktin (yang memproduksi ASI) dan hipofisis posterior untuk mengeluarkan sehingga ASI ASI keluar dengan lancar. ASI mengandung semua bahan yang diperlukan bayi, mudah dicerna, memberi perlindungan terhadap infeksi, selalu segar, bersih dan siap untuk diminum.
Meningkatkan suplai ASI dapat dilakukan dengan cara:
Untuk bayi
  1. Menyusui bayi setiap 2 jam, siang dan malam hari dengan lama menyusui 10-15 menit di setiap payudara.
  2. Bangunkan bayi, lepaskan baju yang menyebabkan rasa gerah dan duduklah selama menyusui.
  3. Pastikan bayi menyusu dngan posisi menempel yang baik dan dengarkan suara menelan  yang aktif.
  4. Susui bayi di tempat yang tenang dan nyaman dan minumlah setiap kali menyusui.
  5. Tidurlah bersebelahan dengan bayi.
Untuk ibu
  • Ibu harus meningkatkan istirahat dan minum.
  • Petugas kesehatan harus mengamati ibu yang menyusui bayinya dan mengoreksi setiap kali terdapat masalah pada posisi penempelan.
  • Yakinkan bahwa ia dapat memproduksi susu lebih banyak dengan melakukan hal-hal tersebut di atas.
9.Perawatan payudara
  • Menjaga payudara tetap bersih dan kering, terutama puting susu.
  • Menggunkan BH yang menyokong payudara.
  • Apabila puting susu lecet oleskan kollostrum atau ASI yang keluar pada sekitar puting susu setiap kali selesai menyusui. Meyusui tetap dilakukan muai dari puting susu yang tidak lecet.
  • Apabila lecet sangat berat dapat diistirahatkan selama 24 jam. ASI dikeluarkan dan diminumkan dengan menggunakan sendok.
  • Apabila payudara bengkak akibat pembendungan ASI, lakukan:
  • Pengompresan payudara dengan menggunakan kain basah dan hangat selama 5 menit.urut payudara dari arah pangkal menuju puting atau gunkana sisir untuk mengurut payudara dengan arah "Z" menuju puting.
  • Keluarkan ASI sebagian dari bagian depan payudara sehingga puting susu menjadi lunak.
    Susukan bayi setiap 2-3 jam. Apabila tidak dapat mengisap seluruh ASI sisanya keluarkan dengan tangan.
  • Letakkan kain dingin pada payudara setelah menyusui.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More