Sabtu, 26 Maret 2011

MAKALAH TENTANG MENJERNIHKAN AIR KOTOR

BAB I
Pendahuluan


Mengendapkan air kotor sebelum di pakai masih banyak dijumpai dibeberapa daerah di Indonesia. Cara paling sederhana itu jelas belum memadai dilihat dari segi kesehatan. Soalnya, walaupun sudah diendapkan, masih banyak Lumpur dan mikroorganisme lain yang terkandung di air tersebut. Kesederhanaan cara memperoleh air bersih memang mutlak diperlukan agar semua orang bisa melakukannya. Syarat-syarat kebersihan air harus terpenuhi.
Air kotor dapat membahanyakan kesehatan pemakaiannya. Penyakit kolera,kurap,kudis,diare/disentri,atau tipus adalah sebagian dari penyakit-penyakit yang mungkin timbul kalau air kotor tetap dikonsumsi. Seandainya air kotor itu juga tercemar bahan-bahan kimia dan tetap dipakai terus-menerus selama bertahun-tahun, maka kerusakan ginjal dan gigi serta terkena penyakit kekurangan sel darah merah adalah resiko yang mugkin terjadi.



A.Persyaratan air Bersih



Untuk mencegah akibat buruk tersebut, air minum harus memenuhi syarat syarat fisika,kimia,radioaktifitas, dan mikrobilogi. Syarat air bersih ini tercantum jelas dalam peraturan mentri kesehatan tahun 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum.
Syarat fisik di wujudkan dalam bentuk kekeruhan, bau, warna, dan rasa.Bau dan bersih sulit di bedakan. Air yang tercemar belerang dikatakan berbau dan terasa seperti belerang. Padahal air sama sekali tidak ada rasanya. Gejela keracunan bahan kimia di dalam air umumnya baru terlihat setelah bertahun-tahun air tersebut di konsumsikan.
Mikroorganisme pathogen sel berwujud bakteri,virus, atau spora pembawa bibit penyakit. Sebaiknya yang non pathogen,meskipun relative tidak berbahaya bagi kesehatan,kehadirannya akan menimbulkan rasa dan pembau yang tidak enak. Syarat radiologist berarti air harus bebas dari pencemaran bahan yang bersifat radioaktif.

 
B.Proses Penjernihan



Ada tiga cara menjernihkan air kotor yang bisa di pakai, yakni secara kimia memakai tawas dan kaporit. Secara fisik dengan memakai aneka ragam bahan sebagai penyaring; dan gabungan cara kimiawi dan fisik. Ketiga cara itu bisa di pakai untuk menanggulangi bau dan kekeruhan air, Kandungan bahan kimia tertentu,serta pencemaran bibit penyakit. Penjernihan air secara fisika tanpa memakai bahan kimia masih mungkin terjadi yang terbanyak di pakai ialah kombinasi fisika dan kimia.sebab,cara inilah yang paling bagus untuk menjernihkan air kotor.
Prinsip dasar yang dipakai terdiri dari proses pengumpulan, pengendapan, penyaringan, penyerapan, dan memetikan bibit penyakit. Bila cara fisika yang di pakai, proses yang terlewati hanya pengendapan,penyaringan,dan penyerapan.
Cara yang paling efektif untuk mematikan bibit penyakit,sepsrti bakteri,virus, spora dan kista.tujuan elektrodialisis adalah untuk menghilangkan kandungan garam didalam air.namun, proses yang memerlukan arus listrik ini terlalu rumit sehingga tidak cocok di terapkan di pedesaan.



 
BAB II
AIR UNTUK KELUARGA
Ada pameo menyebutkan, manusia tahan tidak makan selama seminggu, tetapi tidak mungkin sanggup menahan haus selama tiga hari. Tidak ada satu haripun terlewatkan tanpa air. Mandi,minum, makan, mencuci, dan lain-lain memerlukan air. Tujuannya agar air yang di konsumsi manusia tidak tercemar bahan-bahan yang berbahaya. Kriteria air kotor berbeda-beda, tergantung tujuan pemakaiannya. Air sungai yang mengalir di pegunungan terpencil masih bisa di pakai untuk mecuci pakaian, tetapi mungkin belum memenuhi syarat untuk langsung di minum.

 
A.Bahaya Air Kotor
Air kotor sumber aneka ragam penyakit sebab, air kotor bisa di pastikan membawa bibit peyakit yang berasal dari berbagai sumber, antara lain: Kotoran manusia atau hewan, sampah, tanah, lempur, tanaman, udara, dan air buangan pabrik.
Lantas, bibit penyakit apa saja yang paling sering di temukan di air kotor? Air yang tercemar kotoran penderita kolera sudah pasti membawa vibrio cholerae jernih bakteri penyebab kolera. Tipus dan hepatitis juga merupakan penyakit-penyakit yang sering timbul di air kotor.
Air kotor juga menjadi (tempat tinggal) yang nyaman bagi serangga-serangga penyebar penyakit tertentu. Contoh paling terkenal ialah nyamuk anopheles penyebar penyakit malaria.
Jumlah jenis mikroorganisme sangat di pengaruhi oleh asal air, sebagai contoh air sungai yang sudah tercemar kotoran manusia atau hewan akan mengandung banyak mikroorganisme pembawa penyakit infeksi saluran pencernaan, seperti disentri dan kolera.
Selain membawa bibit penyakit, air juga sering mengandung bahan-bahan beracun yang akibatnya baru timbul setelah sekian tahun mengkonsumsi air tersebut.
Air yang berwarna kekuningan kemungkinan besar terlalu banyak mengandung besi. Jika air tersebut di konsumsi terus munerus dalam waktu lama akibatnya ginjal dan gigi akan rusak. Selain besi bahan beracun yang sering mencemari air ialah timbale dan mercury.

 
B. Ciri-Ciri Air Bersih
Ada tiga sumber air yang paling banyak di temukan yakni; Air hujan, permukaan dan air tanah. Bila air hujan turun di kawasan industri yang udaranya sudah tercemar, air yang turun biasanya bersifat asam dan banyak mengandung CO2. Air tanah adalah air yang berada di dalam tanah. Air tanah yang sebagian berasal dari air permukaan dan air hujan ini relative lebih berssih. Contohnya,lokasi penggalian batu dan pasir.        
Menurut Peraturan Mentri Kesehatan Republik INDONESIA tahun 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan Kualitaas Air Minum, untuk bisa dikonsumsi manusia,Air harus memenuhi syarat-syarat fisik,kimia,radioaktivitas, dan mikrobiologis.
Dalam pengetian sehari-sehari, air bersih ialah air yang jernih, tidak berwarna,tawar, dan tidak berbau. Secara kimiawi, air minum harus ber-pH netral. Kalau terasa asam berate pH-nya di atas tujuh; pahit; pH-nya dibawah tujuh. Uji kenetralan pH bisa dilakukan dengan kertas lakmus. Persyaratan kimiawi terpenting yang perlu diperhatikan ialah kandungan bahan bahan kimia di dalam air. Kandungan bahan kimia itu tidak boleh melebihi diambang batas. Kelebihan flour, misalnya akan menyebabkan kerusakan gigi.

 
C. Menguji Kebersihan Air
Cara terpopuler untuk menguji kandungan bahan kimia di dalam air ialah dengan air teh. Caranya , campurkan segelas air the dengan segelah air yang akan diuji. Kemudian diamkan minimal 12 jam. Bila warnanya masih tetap seperti air the, tandanya kualitas air bagus jika warnanya semakin hitam kualitas air tersebut jelek.
    Kadar bau/ kekeruhan dicek dengan mencampurkan air yang akan diuji dengan air bersih. Caranya, campurkan segelas airkeruh/bau dengan segelas air bersih. Bila warna keruh/ bau hilang, berate kadar kekeruhan/bau rendah. Sebaliknya, bila warna masih tercium bau atau tetap keruh, sebaiknya air itu tidak dipakai.

 

 
BAB III
CARA MENJERNIHKAN AIR KOTOR

 
Jenis-jenis Media Penyaring
    Ada berbagai macam cara untuk menjernihkan air kotor. Namun, yang paling banyak dikenal ialah tekhnik penyaringan, pengedapan, dan penyerapan. Dari ketiga tekhnik tersebut mengunakan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, arang batok, kerikil, tawas, bubuk kapur, kaporit, dan bahkan batu bisa di manfaatkan secara efektif untuk menjernihkan air. Biasanya orang orang jarang mengunakan satu tekhnik saja untuk memperoleh air bersih, kecuali yang mengunakan media tawas, bubuk kapur, dan kaporit.

     
    Pasir
      Saringan pasir berguna untuk mengurangi kandungan Lumpur dan bahan bahan padat yang ada pada dalam air. Umumnya air kotor yang akan disaring oleh pasir mengandung bahan padat dan endapan Lumpur. Karena itu, ukuran pasir yang dipakai pun tidak terlalu. Yang lazim dimanfaatkan ialah pasir berukuran 0,2 mm – 0,8 mm.
      Saringan pasir hanya mampu menahan benda padat terapung. Ia tidak bisa menyaring virus atau bakteri pembawa bibit penyakit. Itulah sebabnya air yang sudah melewati saringan pasir masih tetap harus disaring lagi oleh media lain. Saringan pasir ini harus sering dibersihkan sewaktu-waktu.

       
      Arang Batok
        Ada dua bentuk arang batok yang bisa dipakai. Pertama butiran berdiameter 0,1 mm. kedua berbentuk bubuk berukuran 200 mesh. Masing-masing memiliki kelemahan. Karena berfungsi menyerap mikroorganisme dan bahan-bahan kimia yang terkandung di air kotor, setelah beberapa waktu, arang batok ini tidak berfungsi lagi. Ciri ketidak efektifannya ialah air yang tersaring sudah tidak begitu jernih lagi, bila hal tersebut terjadi batok perlu dicuci dengan air bersih atau bahkan harus diganti. Disbanding dengan arang berbentik butiran dengan bubuk proses penyerapan mikroorganisme lebih cepat terjadi pada bentuk bubuk. Teknik pelaksanaannya ialah dengan menaburkan bubuk itu ke bak berisi air kotor. Setelah diaduk, lama- kelamaan bubuk akan mengendap sambil membawa bahan-bahan kimia pencemar.

         
        Penyaring lain
          Media penyaringan ini ialah mengunakan ijuk dan krerikil. Saringan mengunakanteknik ini akan menyerap Lumpur dan air kotor sementara air yang sudah bebas dari Lumpur masuk kedalam bak. Zeolit, perlit, dan logam tahan karat tidak begitu cocok dipakai didaerah pedesaan lantaran relative mahal dan susah didapat. Supaya berfungsi dengan baik media penyaringan ini harus tetap dalam keadaan basah jangan sampai kering karena dapat menguraikan kematian bakteri. Cara terbaik ialah dengan mengatur arus air sehingga selalu ada air yang mengalir.


            Kapur, Tawas, dan Kaporit


          Kapur.tawas,dan kaporit biasa disebut koagulan karena bisa menimbulkan koagulasi. Koagulasi ialah proses penggumpalan melalui reaksi kimia.
          Air yang ditaburi kapur/tawas/kaporit masih harus disaring lagi. Tujuanya agar endapan yang timbul semakin berkurang. Jadi penaburan tawas/kapur/kaporit biasa dilakukan pada bak pertama selanjutnya air disaring di bak berlainan dengan media campuran

           
          Cara Membuat Saringan

            Cara Fisika
            Bak pengendap dan Penyaring
              Cara paling sederhana menyalurkan air dari bak penampung ke bak penyaringan harus pakai media bamboo. Akan tetapi bila kondisi yang memukinkan, sebaiknya air disalurkan melaui parit kecil yang berkelok-kelok. Di beberapa tempat diparit itu diletakan batu-batu berukuran sedang sehingga air setiap memercikan air tujuannya untuk menambah kadar oksigendi dalam air. Semakin panjang parit dan semakin banyak percikan semakin banyak air tersebut mengandung oksigen. Cara lain menambah kadar oksigen ialah dengan memakai kincir aingin/baling-baling, seperti yang dilakukan penambak udang. Air yang terputar akan terpercik sehingga terjadi kontak langsung dengan udara. Penabahan oksigen juga dapat dilakukan melaui aerator udara dimasukan kedalam air dengan pompa tekanan air.

               
              Lumpang Batu
                Cara yang paling sederhana dan murah ialah dengan membuat lumping batu. Tekhnik ini hanya cocok dipakai untuk menjernihkan air sungai
                Membuat lumpang batu merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan. Batu pedas di gali dan dipotong ber bentuk kubus. Selanjutnya batu itu dipahat bagian dalamnya sehingga terbentuk lumpang batu.
                Lumpang batu kemudian di letakan di sungai yang dangkal hal ini untuk membuat air yang mengalir tidak terlalu deras karena air lewat dengan pori-pori lumpang yang kecil.

                Arang Batok
                  Yang agak mirip dengan teknik di atas adalah penjernihan air kotor dengan arak batok. Bedanya pemakaian arang batok bisa dilakukan di halaman rumah.
                  Pada cara ini arang batok di masukan kedalam bak yang berukuran sesuai kebutuha. Sebelum di isi arang batok di dasr bak duletakan pipa bamboo yang kulit luarnya sudah dikupas sehingga tampak bagian dalamnya.
                  Air kotor dimasukan kedalam bak melaui pipa bambu air kotor ini akan keluar kedalam bak berisi arang batok melalui pori-pori kayu. Setelah disaring oleh pori-pori kayu kemudian sisaring lagi oleh arang batok, maka akan diperoleh air bersih. Kadar organic kekeruhan,warna, dan bau air kotor sudah jauh berkurang.

                   
                  2. Kombinasi cara Fisika dan kimia.
                      
                   
                  A. Drum
                  Untuk menjernihkan air kotor dengan cara ini, minimal diperlukan dua drum berukuran sama. Drum pertama berfungsi untuk megendapkan Lumpur. Drum kedua di pakai sebagai penyaring air yang lumpurnya sudah di endapkan di drum pertama. Tinggi air dari dasar drum sekitar 5-10cm, jangan lebih pendek lagi. Tumpukan kerikil setebal 5cm di tempatkan di dasar drum. Setelah iti di hamparkan ijuk dengan ketebalan 10cm air kotor yang akan di jernihkan dimasukan di drum pertama. Aduklah air kotor itu perlahan-lahan dengan arah adukan searah. Penambahan ketiga bahan kimia itu akan menimbulkan pengendapan dengan demikian, keesokan harinya saat di perlukan air bersihkan, endapan sudah sempurna

                   
                  B.Gentong bertingkat
                  Penjernih air ini terdiri dari tiga gentong berukuran sama besar yang disusun bertingkat. Gentong diatas dihubungkan dengan gentong dibawah yang dilengkapi kran.
                      Air kotor pertma akan dilakukan pengendapan dengan tawas dan batu kapur tiap 10 liter air memerlukan 1 gram tawas dan 1 gram batu kapur. Gentong yang kedua di beri ijuk setebal 10 cm, lapisan pasir berdiameter 0,25 mm -0,1 mmsetebal 40 cm, dan lapisan krikil setebal 10 cm. gentong yang ketiga di jernihkan dengan kaporit.

                   

                   
                  BAB IV
                  KESIMPULAN DAN SARAN


                  Kesimpulan

                  Air kotor dapat membahanyakan kesehatan pemakaiannya. Penyakit kolera,kurap,kudis,diare/disentri,atau tipus adalah sebagian dari penyakit-penyakit yang mungkin timbul kalau air kotor tetap dikonsumsi. air minum harus memenuhi syarat syarat fisika,kimia,radioaktifitas, dan mikrobilogi. Syarat air bersih ini tercantum jelas dalam peraturan mentri kesehatan tahun 1975 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air minum. Cara terpopuler untuk menguji kandungan bahan kimia di dalam air ialah dengan air teh. Caranya , campurkan segelas air the dengan segelah air yang akan diuji. Kemudian diamkan minimal 12 jam. Bila warnanya masih tetap seperti air the, tandanya kualitas air bagus jika warnanya semakin hitam kualitas air tersebut jelek. Ada berbagai macam cara untuk menjernihkan air kotor. Namun, yang paling banyak dikenal ialah tekhnik penyaringan, pengedapan, dan penyerapan. Dari ketiga tekhnik tersebut mengunakan bahan-bahan seperti pasir, ijuk, arang batok, kerikil, tawas, bubuk kapur, kaporit, dan bahkan batu bisa di manfaatkan secara efektif untuk menjernihkan air. Biasanya orang orang jarang mengunakan satu tekhnik saja untuk memperoleh air bersih, kecuali yang mengunakan media tawas, bubuk kapur, dan kaporit

                   
                  Saran
                  Hendaknya masyarakat mengetahui akibat dari mengkomsumsi air kotor,
                  Hendaknya masyarakat mengetahui bagaimana cara memperoleh air bersih.
                  Hendaknya masyarakat menjaga air supaya tidak terjadi pencemaran air, dan
                  Hendaknya meningkatkan kesadaran masyarakat akan air sebagai sumber kehidupan

                    1 komentar:

                    Billy The Kid mengatakan...

                    wah kokpenjelasan yang begini bagus nggak disertai gambar ya ? agak sulit membayangkannya, alhasil saya nggak ngerti

                    Poskan Komentar

                    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
                    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More