Kamis, 03 Maret 2011

MITOS-MITOS SELAMA KEHAMILAN

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di Indonesia, utamanya di pedesaan berlaku begitu banyak mitos (larangan) seputar kehamilan yang beredar di masyarakat. Dari segi makanan, keseharian, tindak tanduk, ataupun semua hal yang berkaitan dengan keseharian si ibu hamil ataupun si jabang bayi. Tradisi ini amat kuat diterapkan oleh masyarakat. Beberapa mitos bahkan dipercaya sebagai amanat / pesan dari nenek moyang yang jika tidak ditaati akan menimbulkan dampak / karma yang tidak menyenangkan.
Padahal jika dinalar dengan akal sehat, diteliti dari segi medis, maupun dari segi aqidah, banyak mitos yang tidak berhubungan. Walaupun maksud dari nenek-nenek moyang semuanya adalah baik tetapi tidak semua dari nasehat atau pantangan kehamilan yang diberitahukan itu benar secara medis maupun ilmiah. Kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayan saja daripada kenyataannya.

Pada dasarnya tujuan dari orang-orang terdahulu menciptakan mitos bermacam-macam tentang kehamilan hanyalah supaya si Ibu hamil maupun suaminya dapat menjaga kehamilan dengan baik. Tujuannya untuk menyiapkan kehamilan yang sehat. Sehingga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Terutama yang berkaitan dengan kebiasaan, konsumsi bahan makanan, dan sebagainya.

Pokok Permasalahan
Pengertian Mitos
Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat
Mitos Selama Kehamilan dan Fakta

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah pada jurusan D3 Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan.


BAB II
PEMBAHASAN


Pengertian Mitos
Ada beberapa pengertian mitos yang diungkapkan oleh para sejarawan. Dari beberapa pengertian itu dapat disimpulkan
bahwa :
Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar – benar terjadi oleh empunya cerita atau penganutnya.

Mitos pada umumnya menceritakan tentang terjadinya alam semesta, dunia, bentuk khas binatang, bentuk topografi, petualangan para dewa, kisah percintaan mereka dan sebagainya. Mitos itu sendiri, ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari luar negeri.

Mitos yang berasal dari luar negeri pada umumnya telah mengalami perubahan dan pengolahan lebih lanjut, sehingga tidak terasa asing lagi yang disebabkan oleh proses adaptasi karena perubahan jaman.

Pengaruh Mitos Secara Umum terhadap Masyarakat
Mitos sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang mempercayai mitos tersebut, ada juga masyarakat yang tidak mempercayainya. Jika mitos tersebut terbukti kebenarannya, maka masyarakat yang mempercayainya merasa untung. Tetapi jika mitos tersebut belum terbukti kebenarannya, maka masyarakat bisa dirugikan.
Di bawah ini adalah beberapa contoh mitos yang sering kita dengar, yaitu :
Mitos Selama Kehamilan
·  Tidak boleh memotong atau menjahit baju.
Mitos: Tidak boleh memotong atau menjahit baju selama kehamilan atau anak akan lahir dengan bibir sumbing.

Fakta: Bibir sumbing biasanya karena pengaruh obat-obatan yang diminum ibu saat hamil, efek radiasi atau factor genetic. Oleh karenanya x-ray tidak dilakukan selama kehamilan kecuali atas indikasi tertentu.

·   Minuman dari kacang kedeai (susu kacang) akan membuat kulit bayi bewarna putih.
Mitos: minum susu kacang atau makanan dari kacang kedelai akan membuat bayi berkulit putih.
Fakta: warna kulit seseorang dipengaruhi oleh factor genetic ayah – ibunya, bukan dari susu kedelai.

·  Jeruk akan meningkatkan lendir pada bayi dan resiko kuning pada bayi baru lahir.

Mitos: Jangan makan jeruk terlalu sering akan meningkatkan lendir pada paru bayi dan resiko kuning saat bayi lahir.
Fakta: Jeruk adalah sumber vitamin C dan serat yang baik.

·   Minum air es akan menyebabkan bayi besar.
Mitos: Sering minum es saat hamil menyebabkan bayi besar dan akan sulit lahir.
Fakta: Bayi besar biasanya berhubungan dengan ibu hamil yang mempunyai penyakit kencing manis. Jadi mungkin es ini diminum oleh ibu hamil yang memang dengan riwayat penyakit kencing manis. Jadi bukan minum es lalu menyebabkan bayi besar karena air es akan dikeluarkan oleh tubuh sebagai keringat atau air seni.

·  Makanan pedas akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau berkulit lebih gelap.

Mitos: Makan makanan pedas saat hamil akan menyebabkan bayi lahir dengan bercak kulit kemerahan atau bayi akan berkulit lebih gelap/hitam.

Fakta: Sekali lagi warna kulit seseorang tidak ditentukan oleh makanan pedas, tapi factor genetic dari orang tuanya. Dan faktanya bahwa makan makanan pedas saat hamil, membuat rasa tak enak diperut apalagi bila anda sedang mual, jadi bukan karena menyebabkan bercak kemerahan pada kulit.

· "Biar bayi cerdas dan persalinan lancar, sering-seringlah berhubungan intim selagi hamil."
Anggapan bahwa sperma mengandung zat penyubur sehingga bayi yang terkena semburannya bisa tumbuh subur dan cerdas jelas menyesatkan. Pasalnya, kesehatan janin selama berada dalam rahim ibunya sama sekali tidak ada kaitannya dengan jumlah sperma dan frekuensi hubungan intim. Yang benar, sehat dan cerdasnya seorang anak bukan dipengaruhi oleh kualitas sperma suami, melainkan faktor genetik kedua orangtuanya. Ibu dan bapak yang cerdas tentu berpeluang melahirkan anak yang cerdas pula.

Kepada pasangan yang memiliki penyulit kehamilan, seperti riwayat keguguran, plasenta previa (ari-ari menutup jalan lahir) dan sebagainya, diingatkan untuk "puasa" sementara waktu. Soalnya, hubungan intim justru meningkatkan kontraksi otot-otot rahim sehingga janin malah semakin berpeluang mengalami keguguran atau lahir prematur, sementara ibu berisiko mengalami perdarahan.

Diduga, mitos ini muncul karena dikait-kaitkan dengan pemberian kasih sayang dan perhatian dari pasangan. Artinya, kondisi psikologis ibu sangat mungkin bisa menjadi lebih tenang dan nyaman dengan sering berhubungan seksual. Tentu saja bukan tidak mustahil bila terjadi sebaliknya, semisal ibu tidak menikmatinya karena menjalaninya secara terpaksa atau semata-mata karena kewajiban. Nah, secara tidak langsung, kondisi kejiwaan ibu akan berpengaruh pada janinnya. Kondisi kejiwaan ibu yang tenang tentu akan sangat mendukung perkembangan janin secara optimal. Sementara persalinan pun bisa berlangsung lancar.

·  "Ibu hamil dilarang makan makanan pedas, asam dan asin."
Yang ini hampir sepenuhnya benar karena makanan pedas yang merangsang rasa mulas memang sebaiknya dipantang oleh ibu hamil dengan riwayat keguguran. Perasaan mulas ini selanjutnya akan menimbulkan kontraksi dalam rahim, sehingga risiko keguguran akan kian meningkat. Begitu juga makanan asam yang tidak disarankan karena bisa memicu penyakit mag. Apalagi kadar asam lambung saat hamil umumnya meningkat. Tentu saja ibu hamil yang tidak memiliki riwayat penyakit mag atau penyakit lain yang dapat diperberat oleh asam, boleh-boleh saja sesekali menikmati makanan asam-asam yang memang terasa menyegarkan.

Asupan makanan asin pun sebaiknya dibatasi. Terlebih bagi ibu yang memiliki riwayat penyakit darah tinggi karena makanan yang banyak mengandung garam ini amat berpotensi lebih meningkatkan gangguan darah tinggi. Selain itu, garam bersifat menyerap air sehingga kadang menimbulkan pembengkakan di sekujur tubuh. Kalau sudah begini, ibu jelas akan terganggu saat menjalani kehamilannya.

· "Jangan minum es dong, supaya bayinya enggak kelewat besar. Nanti susah lo melahirkannya."
Yang benar, perawakan bayi lebih ditentukan oleh faktor genetik. Artinya, orangtua yang bertubuh tinggi besar sangat mungkin akan melahirkan bayi montok. Selain itu, kecukupan asupan nutrisi juga amat berpengaruh pada perkembangan fisik bayi. Semakin baik kualitas gizi yang dikonsumsi ibu, semakin besar pula berat tubuh bayi itu. Meski beberapa penyakit tertentu semisal diabetes umumnya juga membuat BB bayi lebih besar ketimbang bayi normal.

Jadi, besar tidaknya ukuran tubuh bayi sama sekali bukan ditentukan oleh kebiasaan si calon ibu minum es. Tentu saja selama air es yang diminumnya tidak ditambah sirup, madu, atau gula secara berlebih. Karbohidrat langsung yang terkandung dalam gula inilah yang akan membuat bayi memiliki bobot di atas rata-rata bayi normal.

·  "Kalau mual muntah berarti bayinya laki-laki."
Gejala morning sickness berupa mual-muntah kerap dialami ibu hamil muda (trimester 1) yang terjadi akibat ketidakseimbangan hormonal. Namun perlu dicatat, tidak semua wanita mengalami gangguan mual-muntah dan tidak semua keluhan mual-muntah muncul di pagi hari karena bisa saja terjadi siang, sore, bahkan malam hari. Yang pasti, reaksi si calon ibu atas kehamilannya sama sekali tidak ada kaitannya dengan jenis kelamin bayi yang pada hakikatnya ditentukan oleh perpaduan kromosom kelamin ayah dan ibunya.

·  "Menyematkan gunting, peniti, jarum agar terhindar dari gangguan makhluk halus."
Anggapan ini tak perlu dipercaya sepenuhnya karena logikanya apa iya makhluk halus takluk begitu saja pada "tameng" berupa benda-benda tajam semisal gunting kuku atau peniti yang disematkan di tubuh ibu hamil? Namun selama kepercayaan ini membuat ibu tenang menjalani kehamilannya, boleh-boleh saja hal tersebut dilakukan. Meski juga tidak ada jaminan seseorang yang melakukannya bakal terhindar dari gangguan makhluk halus.

·  "Jangan makan pisang, nanas dan mentimun!"

Mitos ini begitu dipercaya sebagian masyarakat di tanah Jawa karena disinyalir mengakibatkan keputihan. Bahkan nanas diyakini bisa menyebabkan keguguran. Padahal ini jelas sangat keliru. Konsumsi pisang, nanas, dan mentimun justru disarankan karena kaya akan vitamin C dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh, disamping melancarkan proses pembuangan sisa-sisa pencernaan.

Sementara itu, tidak semua keputihan bersifat membahayakan. Sebab, ada beberapa kondisi wajar dan normal saat seorang wanita mengalami keputihan, yakni saat hamil maupun beberapa waktu sehabis melahirkan. Lain hal jika keputihan tersebut sudah tercemar oleh bakteri, jamur dan virus yang biasanya ditandai dengan keluhan gatal luar biasa, bau tak sedap menyengat, dan warna yang sudah mengarah kekuningan, kehijauan atau kecokelatan.

·    Mitos: Bila denyut jantung bayi cepat, berarti bayinya perempuan
Salah. Di dalam kandungan, sama sekali tak ada bedanya; antara perempuan dan laki-laki. Kecepatan denyut janin ditentukan oleh usia janin. Sekitar lima minggu kehamilan, denyut jantung janin mendekati denyut jantung ibu, dan akan bertambah cepat sampai minggu kesembilan. Lalu akan menurun pada pertengahan kehamilan. Kondisi ini terjadi pada semua janin.

·  Mitos: Bentuk wajah anda selama hamil menandakan jenis kelamin bayi anda.
Fakta: Setiap wanita akan mengalami kenaikan berat badan selama hakil, begitupun mereka akan mengalami perubahan kondisi kulit yang berbeda-beda, dan tidak ada hubungannya dengan jenis kelamin bayi anda.

Meski tak selamanya benar, tak ada salahnya anda menikmati mitos-mitos tersebut, selama hal tersebut tidak mengganggu mental serta kondisi janin anda. Jadikan mitos-mitos tersebut sebagai sesuatu yang menyenangkan, namun balikan segala sesutu tentang kondisi medis kehamilan anda pada ahlinya, dan yang paling penting, serahkan semuanya pada Tuhan yang Maha Pencipta.

· Mitos: Berdiri dengan kepala sesudah berhubungan badan dengan pasangan anda bisa meningkatkan kemungkinan anda untuk hamil.
Fakta: Meski beberapa ahli mengatakan bahwa berbaring selama 20-30 menit setelah berhubungan bisa membuat anda cepat hamil, karena sperma tertahan di dalam uterus, namun tidak ada yang membuktikan bahwa berdiri dengan kepala di bawah bisa membuat anda lebih cepat hamil, bahkan melakukan hal tersebut justru bisa membuat leher anda terluka.

·  mitos: Bentuk dan ukuran perut anda menentukan jenis kelamin bayi
Fakta: Seringkali mitos yang beredar menyatakan bahwa bentuk perut yang menurun kebawah menandakan bahwa bayi anda laki-laki, sebaliknya perut yang cenderung terangkat keatas menandakan bahwa bayi anda perempuan. Kenyataannya bentuk dan ukuran perut ibu hanya menunjukkan kondisi otot, urin, dan posisi bayi dalam perut anda

· Mitos: Ingin melahirkan normal, jangan berlaku kasar pada hewan
Salah. Hingga kini tak ada bukti medis tentang pantangan ini. Namun dalam kondisi apapun kita tidak disarankan bersikap kasar pada hewan, jika tidak dirugikan.

· Mitos: Ibu hamil sering bermimpi
Benar. Menurut para ahli, mimpi adalah perwujudan perasaan seseorang. Mimpi yang sering dialami oleh ibu hamil biasanya perwujudan dari rasa penasaran karena ia proses persalinan dan wujud bayinya kelak.

· Mitos: Janin akan tumbuh lebih besar dan sehat jika ibu makan banyak
Salah. Hal penting saat hamil, adalah ibu makan secukupnya, dan tidak terlalu gemuk. Kegemukan saat hamil, rentan menyebabkan diabetes gestational (diabetes selama kehamilan), dan proses persalinan yang sulit.

· Mitos: Minum air kelapa akan menghaluskan kulit bayi. Sedangkan jika sering mengonsumsi kedelai maka kulit bayi akan putih.
Salah. Kulit bayi yang putih serta halus tergantung faktor genetis. Bila tak ada anggota keluarga yang berkulit putih, maka mustahil bayi akan berkulit putih.

·  Mitos: Minum rebusan air kacang hijau membuat rambut bayi tebal
Salah. Kondisi rambut serta jenis rambut ditentukan olef faktor genetik, jadi tak ada hubungannya dengan air rebusan kacang hijau.

·  Mitos: Menyematkan benda tajam pada baju atau bangle (semacam jahe) akan melindungi janin dari 'gangguan' supranatural

Salah. Satu-satunya gangguan yang bisa menyerang si kecil saat masih dalam perut adalah gangguan kesehatan. Ibu hamil disarankan banyak berdoa dan hidup sehat agar bayi yang akan dilahirkan selalu dalam kondisi baik dan sehat.

· Mitos: USG berbahaya jika dilakukan setiap kali periksa kehamilan

Salah. Sejak pertama kali ditemukan, pemeriksaan USG tidak mengakibatkan gangguan pada ibu dan janin. USG sangat aman karena menggunakan gelombang suara 20.000 hertz dan dipakai secara menyebar.

· Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan, bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu

Fakta: Tentu saja tak demikian. Cacat janin disebabkan oleh kesalahan/kekurangan gizi, penyakit, keturunan atau pengaruh radiasi. Sedangkan gugurnya janin paling banyak disebabkan karena penyakit, gerakan ekstrem yang dilakukan oleh ibu (misal benturan) dan karena psikologis (misalnya shock, stres, pingsan). Tapi, yang perlu diingat, membunuh atau menganiaya binatang adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan.

· Membawa gunting kecil / pisau / benda tajam lainnya di kantung baju si Ibu agar janin terhindar dari marabahaya
Fakta: Hal ini justru lebih membahayakan apabila benda tajam itu melukai si Ibu

·  Ibu hamil tidak boleh keluar malam,  karena banyak roh jahat yang akan mengganggu janin
    Fakta: secara psikologis, Ibu hamil mentalnya sensitif dan mudah takut sehingga pada malam hari tidak dianjurkan bepergian

Secara medis-biologis, ibu hamil tidak dianjurkan kelaur malam terlalu lama, apalagi larut malam. Kondisi ibu dan janin bisa terancam karena udara malam kurang bersahabat disebabkan banyak mengendapkan karbon dioksida (CO2)

· Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tak terlilit tali pusat
Fakta:    Ini pun jelas mengada-ada karena tak ada kaitan antara handuk di leher dengan bayi yang berada di rahim. Secara medis, hiperaktivitas gerakan bayi, diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusat karena ibunya terlalu aktif

· Ibu hamil tidak boleh benci terhadap seseorang secara berlebihan, nanti anaknya jadi mirip seperti orang yang dibenci tersebut
Fakta: Jelas ini bertujuan supaya Ibu yang sedang hamil dapat menjaga batinnya agar tidak membenci seseorang berlebihan

·  Ibu hamil tidak boleh makan pisang yang dempet, nanti anaknya jadi kembar siam
Fakta: Secara medis-biologis, lahirnya anak kembar dempet / kembar siam tidak dipengaruhi oleh makanan pisang dempet yang dimakan oleh ibu hamil. Jelas ini hanyalah sebuah mitos

· “Amit-amit” adalah ungkapan yang harus diucapkan sebagai "dzikir"-nya orang hamil ketika melihat peristiwa yang menjijikkan, mengerikan, mengecewakan dan sebagainya dengan harapan janin terhindar dari kejadian tersebut
Fakta: Secara psikologis, perilaku tersebu justru dapat berujung pada ketakutan yang tidak bermanfaat

· Ngidam adalah perilaku khas perempuan hamil yang menginginkan sesuatu, makanan atau sifat tertentu terutama di awal kehamilannya. Jika tidak dituruti maka anaknya akan mudah mengeluarkan air liur

·   Jangan makan buah stroberi, karena mengakibatkan bercak-bercak pada kulit bayi

·  Jangan makan ikan mentah agar bayinya tak bau amis
     Fakta: Bayi yang baru saja dilahirkan dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis darah. Tapi ini bukan lantaran ikan yang dikonsumsi ibu hamil, melainkan karena aroma (bau) cairan ketuban. Yang terbaik, tentu saja makan ikan matang. Karena kebersihannya jelas terjaga ketimbang ikan mentah
· Ibu hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan, bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu



BAB III
KESIMPULAN

   Saat seorang wanita hamil, maka biasanya akan banyak mendapat banyak nasehat – nasehat dari kerabat, keluarga, teman juga dari orang sekelilingnya, tentang apa yang boleh dan tidak boleh selama kehamilan anda.

Walaupun maksud dari mereka semuanya adalah baik tetapi tidak semua dari nasehat atau pantangan kehamilan yang diberitahukan itu benar secara medis maupun ilmiah. Kebanyakan hanya berdasarkan mitos atau kepercayan saja daripada kenyataannya.

Oleh karenanya bila anda hamil sebaiknya selalu menkonfirmasikan informasi yang anda dapatkan dengan dokter atau referensi buku yang dapat dipercaya, sehingga anda mengetahui apa kebenarannya dan tidak hanya mengikuti sesuatu yang anda sendiri tidak mengetahui alasannya / kenyataannya.


Daftar Pustaka

http://www.infoibu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=76
http://kosmo.vivanews.com/news/read/72420-mitos_mitos_tentang_nutrisi_selama_kehamilan
http://wistara.wordpress.com/2009/10/11/mitos-seputar-kehamilan-dan-menyusui/
http://bidanku.com/index.php?/Mitos-Mitos-Seputar-Kehamilan
http://www.google.com/search?q=mitos+kehamilan&sourceid=navclient-ff&ie=UTF-8&rlz=1B3WZPB_enID354ID354
http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg02286.html
http://www.ayahbunda.net/jangan-khawatir-dengan-10-mitos-kehamilan/
http://www.kafebalita.com/content/articles/read/2009/01/mitos-kehamilan-vs-ilmu-kedokteran/893
http://ms.wikipedia.org/wiki/Mitos
http://www.ibuanakbanget.com/tag/mitos-kehamilan/
http://miftahuda.wordpress.com/2008/02/18/mitos/
http://www.susukolostrum.com/artikel-terbaru-othermenu-50/artikel-kesehatan-othermenu-66/40-kandungan/1107-aneka-mitos-kehamilan

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More