Kamis, 10 Maret 2011

PERBEDAAN DIAGOSIS KEPERAWATAN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS

Keperawatan:
                  Suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian intgral dari pelayanan kesehatan yang dilakukan secara komprehensif (biologik, psikologik, sosial, kultural dan spiritual/religius) yang ditujukan kepada individu, keluarga, komunitas dan masyarakat, baik yang sehat maupun sakit sejak masa konsepsi sampai lanjnut usia untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Profesional:
·         Melalui jenjang pendidikan
·         Mempunyai ketrampilan intelektual, teknikal dan interpersonal dan etik.
·         Kode etik keperawatan.
·         Mendapatkan nafkah dari profesinya.
·         Mitra sejajar dengan tenaga medis.

Integral:
·         Kesatuan
Komprehensif:
·         Holistik ® teori Karen Horney ® mahluk bio-psiko-sosio-kulturoeligius.
·         Pemeriksaan ® tatalaksana holistik menurut George Engel ® somato terapi, psiko terapi, manipulasi lingkungan.
Holistik ekletik:
Memilih dan memakai suatu cara /teori yang cocok bagi keadaan tertentu dan tidak berpegang secara kaku pada suatu cara/teori.
Kolaborasi:
Individu: holistik, holistik ekletik, kolaborasi.

Keluarga:
  • Holistik, holistik ekletik.
  • Perubahan dalam keluarga:
-          Tingkat tegang
-          Tingkat komplik
-          Tingkat krisis.
Komunitas dan masyarakat    yaitu rentang asuhan keperawatan:
Pencegahan primer.
·                                   Yang bersangkutan masih sehat (belum jatuh sakit).
·                                   Tindakan: health care, health promotion, health education.
·                                   Tujuan mengurangi angka kesakitan.

Pencegahan sekunder:
·                                 Yang bersangkutan sedang menderita sakit.
·                                 Tindakan: early diagnostic, prompt treatment.
·                                 Tujuan mengurangi lama perawatan.

Pencegahan tertier:
·                                 Yang bersangkutan dalam masa remisi.
·                                 Tindakan: rehabilitasi, pencegahan/mengurangi kecacatan.
·                                 Tujuan mengurangi angka kecacatan

Pengertian sehat:
            Menurut UU no. 23 tahun 1992, adalah meliputi sehat fisik, psikis, sosial/kultural, spiritual dan bukan hanya bebas dari kecacatan, kelemahan dan penyakit, tapi harus masih produktif secara ekonomi maupun sosial.

Pengertian sakit (Perkins)
            Adalah suatu keadaan tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan ADL baik aktivitas jasmani, rohani dan sosial.

Keadaan sehat dan sakit pada dasarnya adalah produk dari interaksi seseorang dengan lingkungannya atau berbagai menifestasi keberhasilan/kegagalan seseorang dalam beradaptasi dengan pengaruh lingkungan.

-Sejak masa konsepsi – lanjut usia
1.      Masa pranatal.
2.      Masa perinatal/neonatal.
3.      Masa bayi Awal masa kanak-kanak.
4.      Akhir masa kanak-kanak
5.      Masa pubertas Masa remaja
6.      Masa dewasa dini
7.      Usia madya
10. Usia lanjut

-Derajat kesehatan yang optimal

Psikiatri/Ilmu kedokteran Jiwa :
Suatu cabang ilmu kedokteran yang menangani etiologi, diagnosis, pencegahan, pengobatan dan rehabilitasi gangguan jiwa serta peningkatan derajat kesehatan jiwa.


Kesehatan Jiwa           :
Menurut  World Federation for Mental Health adalah suatu keadaan yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional seorang individu secara optimal sesuai dengan perkembangan optimal individu lain ( 8 Sehat menurut WHO )

Menurut ANA  : Keperawatan Kesehatan Mental dan Psikiatri adalah suatu bidang praktik keperawatan yang menerapkan teori prilaku manusia sebagai ilmunya dan menggunaan diri sendiri secara terapeutik meliputi :
1.      Kesadaran diri
2.      Klasifikasi nilai
3.      Ekplorasi perasaan
4.      Kemampuan untuk menjadi model peran
5.      Alturistik
6.      Rasa tanggungjawab dan etik

Etiologi  (Prof. Maramis hal 134)
  1. Somatogenik
  2. Psikogenik
  3. Sosiogenik (termasuk kultural spiritual)



Perbedaan Diagosis Keperawatan Dengan Diagnosis Medis
Medis
Keperawatan
Multiaksial
Aksis I Ggn klinis/kondisi lain yg menjadi fokus perhatian klinis
Aksis II Ggn kepribadian , retardasi mental
Aksis III Kondisi medik umum
Aksis IV Masalah psikososial dan lingkungan
Aksis V Penilaian fungsi secara global (GAF)

  1. Aktual
  2. Resiko
  3. Kesejahteraan
  4. Syndrome
  5. Kemungkinan
Aktual pernyataan 3 bagian
  1. Dx keperawatan
  2. Faktor etiologi
  3. Tanda/gejala khas
Resiko
  1. Dx Keperawatan
  2. Faktor resiko
Kesejahteraan syndrome
    1. Pernyataan 1 bagian
Pencegahan :
-          Rentang keperawatan

Pengobatan/Tata laksana:
·         Somatogenik:
- Farmakoterapi (psikotropik/Psikofarmaka/fiksasi kimiawi )
-          Pembedahan
-          Rehabilitasi medik (Fisiotherapi)
-          Fiksasi fisik
-          ECT
·         Psikotherapi (psikotherapi; Wawasan genetik dinamik)
·         Manipulasi lingkungan
·         Sosiotjerapi
·         Religius
·         Rehabilitasi (Psikologis; Sosial; Kultural; Spiritual).
Gangguan jiwa/gangguan mental/gangguan psikiatrik ® gila
adalah:
·                                   Proses mental/psikologik seseorang tak berfungsi dengan baik.
·                                   Fungsi ADL terganggu
·                                   Menyukarkan diri sendiri/orang lain.

Pembagian Gangguan Jiwa (PPDGJ III).
            GMO: gangguan mental organik
            GMP: gangguan mental psikotik
            Gangguan neurotik/kepribadian
            Gangguan pada masa anak remaja/perkembangan

Psikotik:
            Suatu kondisi yang mengindikasikan adanya hendaya (gangguan) dalam daya nilai realitas yang disertai adanya gangguan awarness (kewaspadaan), judgesment (pemahaman), dan insight (tilikan).

Daya nilai realitas (rasa kewasapadaan):
            Kemampuan menilai hubungan antara dirinya sendiri (internal) dan linkungan (eksternal) sehingga adanyan kesesuaian antara proses berpikir , afek emosi, kemauan dan psikomotor dengan kenyataan lingkungan (dunia luar).

Istilah medis psikotik
Istilah keperawatan: gangguan orientasi realita (GOR).
GOR meliputi : gangguan persepsi sensorik, ggn. Orientasi, ggn. Afek emosi, ggn. Proses berpikir, ggn. Kemauan, ggn. Psikomotor.

Penilaian daya nilai realitas.
Subyektif: perubahan :
·         Kepribadian promorbid
·         Pendidikan
·         Pekerjaan
·         Adat istiadat, norma, etik, moral
·         Keagamaan

Obyektif: pemeriksaan status mental



Beda GOR dan GMP

VARIABEL
GOR
GMP
1.Etiologi




2.Kesadaran




3.Afek emosi


4.Inteligensi

5.Persepsi

6.Pluktuasi harian
7.Tatalaksana




8.Prognosa
Ggn diotak
Primer: GMO
Skunder: GMS
S= skizoprenia

Berubah secara kuatitatif.
Berkabut
Daya ingat terganggu
Daya orientasi terganggu.

Labil


Terganggu

Halusinasi: lihat/visual

+

Rawat inap
Tergantung etiologi
Causal, somatomatis, holistik.

> baik
Hipoksis
Stressor psikologik.



Berubah secara kualitatif.
Tak sesuai dengan realita
Umumnya masih baik.
Dangkal
Inadekuat

Tak terganggu

Halusinasi dengar/ akustik
-

di ruang jiwa
Holistik



> jelek


 Beda gangguan nerotik dan psikotik
FAKTOR
NEROTIK
PSIKOTIK
1.Perilaku umum





2.Gejala






3.Orientasi



4.Pemahaman
(Insight)

5.Aspek sosial



6.Pengobatan
Dekompensasi kepribadian ringan; kontrak dengan kenyataan dan fungsi sosial terganggu



Gejala psikologik dan somatik bervariasi luas, tetapi tidak terdapat halusinasi atau gangguan proses berpikir, emosi dan tindakan ekstrim. 

Penderita jarang kehilangan orientasi terhadap lingkungan .

Penderita sering masih memahami bahwa ia terganggu.
Perilaku penderita jarang membahayakan diri sendiri atau masyarakat.
Jarang diperlukan pengobatan di rumah sakit.
Dekompensasi kepribadian hebat: kontak dengan kenyataan sangat terganggu; penderita tidak dapat berfungsi sosial.

Gejala bervariasi luas dengan waham, halusinasi, kedangkalan emosi dan gangguan perilaku yang hebat. 


Penderita sering kehilangan orientasi terhadap lingkungan.

Penderita sering sekali memahami bahwa ia terganggu.
Perilaku penderita sering membahayakan bagi diri sendiri atau masyarakat.
Biasanya diperlukan pengobatan di rumah sakit.

Skizofrenia

Gejala utama :
S. Katatonik     : Psikomotor meningkat/menurun
S. Paranoid      : Isi fikir -> Waham Paranoid, kejar, cemburu,curiga,
                          Dipengaruhi, kebesaran.
S. Hebefrenik  : Bentuk fikir : non realistis (sikap kekanak-kanakan)
S. Simplek        : Afek emosi datar, kemauan menurun
S. Residual       : Riwayat fase aktif Shz, Simptom negatif S.

Kedaruratan Psikiatri
Semua kondisi yang membutuhkan pertolongan segera, karena bila tidak dapat membahayakan diri/orang lain

Pembagiannya:
  1. Kondisi Gaduh Gelisah  : Delirium, S. Katatone gaduh gelisah, Paranoid/Hebefrenik, Panik, Desosiasi, Amuk, Kebingungan Pasca Konvulsi, ECT, Epilepsi Grand mall.
  2. Kondisi penelantaran diri : ADL terganggu, S. Simplek, Depresi, Anoreksia Nervosa.
  3. Percobaan bunuh diri ; Dengan alat, zat/obat
  4. Syndroma lepas obat.

DIAGNOSIS
MEDIS
KEPERAWATAN
GMO
Demensia
Delerium




Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psioaktif
Alkohol
Apioda
Kanabioida
Sedativa/hipnotika
Kokain
Stimulantia kafein
Halusinigenika
Tembakau
Pelarut yang mudah menguap
Zat multipel/ psikoaktif lainnya.

GMP
Skizoprenia.
Skz. Segala tipe
Skz. Katatonuik
SKz. Paranoid
Skz. Hebeprenik
Skz. Simpleks
Skz. Residual
Depresi pasca Skz.
Sindroma dan gangguan mental organik:
-Perubahan proses berpikir.
-Kerusakan interaksi sosial.

Ketergantungan zat dan gangguan penggunaan zat psikoaktif

-Denial/penolakan inefektif.
-Koping keluarga tak efektif.
-Resiko tinggi kecelakaan/luka.
-Resiko tinggi kekerasan terhadap diri sendiri/orang lain.








Skizoprenia

-Perub. Persep. Sensorik.
-Perub. Proses berpikir.
-Isolasi sosial
-Kerusakan komunikasi verbal.
-Koping defensif.
-Koping keluarga tak efektif.
-Defisit perawatan diri.


0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More