Kamis, 10 Maret 2011

SAP TUMBUH KEMBANG ANAK

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Mata Ajaran      : Keperawatan Jiwa
Topik                : Tumbuh Kembang Anak
Sub Topik         : Mengasuh dan Membimbing Anak Toddler
Sasaran           : Keluarga dengan anak toddler ( Usia 1 – 3 Tahun)
Tempat            : RT 05 / RW 07 Kelurahan Kayu Putih Jakarta Pusat
Hari/Tanggal    : Jumat, 12 Maret 1999
Waktu              : Pk. 16.00 – 17.00 WIB ( 1 jam )



A.     LATAR BELAKANG

Sebelum dilaksanakan penyuluhan pada masyarakat RT 05 / RW 07 Kelurahan Kayu Putih Jakarta Pusat, kelompok mengadakan pendekatan kepada pejabat RT terkait (Ketua dan Sekretaris RT). Dari pendekatan tersebut, sekretaris RT mengungkapkan bahwa masalah yang dominan pada RT 05 tersebut adalah masalah yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak balita. Survey yang dilakukan keesokan harinya pada 16 keluarga menemukan bahwa prosentase terbanyak anak balita adalah anak usia 1 – 3 tahun. Jika dikelompokkan dalam tahap perkembangan usia tersebut adalah usia toddler. Dari survey itu pula ditemukan banyak permasalahan dalam pembinaan tumbuh kembang oleh keluarga dengan anak toddler. Dengan data tersebut maka kelompok memutuskan untuk memberikan penyuluhan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler.

B.     TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM

Pada akhir proses penyuluhan keluarga dapat mengenal dan memahami cara mengasuh dan membimbing anak usia toddler.

C.     TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan keluarga dapat :
1.    Menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing
2.    Menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Menyebutkan hakikat mengasuh dan membimbing anak
4.    Menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 – 3 tahun)

D.     SASARAN

Keluarga dengan anak usia toddler dengan latar pendidikan yang berbeda (15 – 20 orang)

E.     MATERI ( Terlampir)

1.    Mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing
2.    Hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Hakekat mengasuh dan membimbing anak
4.    Mengasuh dan membimbing anak usia toddler 1 – 3 tahun

F.      METODE

1.    Ceramah
2.    Tanya Jawab

G.     MEDIA

1.    Flip Chart
2.    Leaflet
3.    Poster

H.     METODE EVALUASI

1.    Keluarga dapat menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing
2.    Keluarga dapat menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Keluarga dapat menjelaskan tentang hakekat mengasuh dan membimbing anak
4.    Keluarga dapat menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 – 3 tahun)

I.          KEGIATAN PENYULUHAN

No.
Waktu
Kegiatan Penyuluhan
Kegiatan Audience
1.
10 Menit
Pembukaan
1.    Sambutan dari Ketua RT sekaligus membuka acara penyuluhan
2.    Penyuluh memulai penyuluhan dengan mengucapkan salam
3.    Memperkenalkan diri
4.    Menjelaskan tujuan penyuluhan
5.    Menyebutkan materi yang akan diberikan
6.    Membagikan leaflet

1.    Memperhatikan


2.    Menjawab salam

3.    Memperhatikan
4.    Memperhatikan
5.    Memperhatikan

6.    Menerima dan membaca

2.
35 Menit
Pelaksanaan :
1.    Menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing
2.    Menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Menyebutkan hakikat mengasuh dan membimbing anak
4.    Memberikan kesempatan pada audience untuk bertanya dan memberikan jawaban atas pertanyaan
5.    Menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 - 3 tahun)
6.    Memberikan kesempatan pada audience untuk bertanya dan memberikan jawaban atas pertanyaan


1.    Memperhatikan

2.    Memperhatikan



3.    Memperhatikan

4.    Bertanya dan mendengarkan jawaban


5.    Memperhatikan


6.    Bertanya dan mendengarkan jawaban

3.
10 Menit
Evaluasi :
1.    Meminta audience menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing
2.    Meminta audience menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Meminta audience menyebutkan tentang hakikat mengasuh dan membimbing anak

4.    Meminta audience menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 - 3 tahun)


1.    Menjelaskan mengapa anak perlu diasuh dan dibimbing

2.    Menyebutkan tentang hal yang perlu diperhatikan dalam mengasuh dan membimbing anak
3.    Menyebutkan tentang hakikat mengasuh dan membimbing anak

4.    Menjelaskan tentang mengasuh dan membimbing anak usia toddler (1 – 3 tahun)

4.
5 Menit
Terminasi
1.    Mengucapkan terimakasih atas perhatian yang diberikan
2.    Mengucapkan salam penutup


1.    Memperhatikan

2.    Membalas salam



J.      PENGORGANISASIAN KELOMPOK

Pembawa Acara         : Zuraida
Penyuluh                     : Rasdiana Zega
                                    : Suprayitno
Observer                     : I Made Eka Santosa
Konsumsi                    : Tjahjanti Kristyaningsih
                                    : Ecin Hendrayani
Pembantu Umum       : Maryono
                                    : Herliawati

K.     DAFTAR PUSTAKA

Markum A.H., Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak, Jilid 1, Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 1991
Soetjiningsih, Tumbuh Kembang Anak, Cetakan I, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, 1995
Whaley & Wong, Nursing Care of Infant’s and Children, Fifth Edition, Mosby Company, Missouri, 1995
Martono, Lydia Herlina, Mengasuh dan Membimbing Anak Dalam Keluarga, Edisi I, PT Pustaka Antara, Jakarta, 1996


MATERI PENYULUHAN :
MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (USIA 1 – 3 TAHUN)

MENGAPA ANAK PERLU DIASUH DAN DIBIMBING
Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya  anak dari segi jasmani. Perkembangan ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna bagi lingkungannya.

Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan berkeluarga.

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM  MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK
Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak.

  1. Faktor bawaan
Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir :
-       Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, cerdas, bodoh, dll
-       Keadaan fisik yang berbeda-beda, ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll

Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat mereka masing-masing.

  1. Faktor lingkungan
Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia, misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi.

Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak, sehingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang positif.

  1. Faktor status nutrisi
Makanan memegang peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, karena anak sedang tumbuh sehingga kebutuhannya berbeda dengan orang dewasa. Kekurangan makanann yang bergizi akan menyebabkan retardasi pertumbuhan anak. Makan yang berlebihan juga tidak baik, karena dapat menyebabkan kegemukan. Kedua keadaan ini dapat meningkatkan resiko anak terserang penyakit.

ASI juga memegang peranan dalam mencegah anak terserang penyakit. Itu disebabkan karena ASI disamping mempunyai nilai gizi yang tinggi juga mengandung berbagai macam zat anti yang melindungi anak dari berbagai infeksi. Pemberian makanan empat sehat lima sempurna pada anak toddler sangat dianjurkan karena anak pada usia ini sangat membutuhkan energi untuk aktivitasnya.

HAKIKAT MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK
-       Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak
-       Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.
-       Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik aspek jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai.
-       Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia
-       Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam keluarga, juga merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.
-       Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kesabaran orangtua

MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK USIA TODDLER (1 – 3 TAHUN)
Dengan bertambah matangnya perkembangan fisik, anak usia toddler sudah bisa berjalan. Ia mulai menyadari bahwa gerakan badannya dapat diaturnya sendiri, dikuasai, dan digunakannya untuk suatu maksud. Tahap ini merupakan tahap pembentukan rasa otonomi diri.

Apabila terdapat gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri, maka anak akan dikuasai rasa malu, ragu-ragu, dan pengekangan diri yang berlebihan.

  1. Ciri dan tuntutan perkembangan
Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan kemauannya sendiri, sehingga ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya. Tak henti-hentinya ia berjalan kian kemari dengan perasaan senang dan puas, tangannya pun akan meraih segala sesuatu yang terjangkau olehnya.

Anak pun dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia kehendaki. Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur badannya dan lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri di kemudian hari

  1. Sikap orangtua
-       Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri. Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak berbuat belum diimbangi oleh kemampuan untuk melaksanakannya secara wajar dan rasional
-       Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda sesuai dengan kemauannya sendiri
-       Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti
-       Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar
-       Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya
-       Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab.
-       Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya, namun jangan terlalu ketat
-       Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia makan bersama keluarga
-       Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain balok-balok atau menggambar
-       Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara.

Gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri akan berakibat bahwa anak dikuasai oleh rasa malu dan keragu-raguan serta pengekangan diri yang berlebihan. Sebaliknya, dapat juga terjadi sikap melawan dan memberontak.

  1. Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini
-       Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan
-       Suka mengadat (ngambek/tempertantrum)
-       Tingkah laku kejam
-       Tingkah laku menentang dan keras kepala
-       Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap menyerang

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More