Jumat, 25 Maret 2011

Struktur dan Fungsi Sel

Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap Organisme di dunia ini tersusun atas sel-sel yang saling berintegrasi membentuk suatu fungsi tertentu dalam tubuh makhluk hidup. Baik organisme tinkat seluler (Uniseluler) maupun organisme Multiseluler. Sel  pertama kali dikenalkan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 yang mengamati jaringan gabus pada pada tumbuhan dengan menggunakan lensa pembesar.
http://www.bahankuliahkesehatan.blogspot.com

Gabus merupakan bangunan yang berlubang-lubang kecil seperti susunan sarang lebah yang dipisahkan oleh “diafragma”. Bangunan seperti sarang lebah ini selanjutnya disebut dengan Cell (sel).  Nama sel diambilnya dari bahasa Yunani “Kytos” yang berarti ruang kosong, sedangakan bahasa latin ruang kosong adalah “cella”.

Bagian-bagian Sel

Membran Plasma

Merupakan lapisan tipis yang menutupi bagian luar dari sitoplasma. Membran plasma tersusun atas senyawa lemak/lipida dan protein sehingga disebut lapisan lipoprotein. Lapisan ini bersifat selektif permeable artinya hanya bisa dilalui oleh senyawa yang bisa larut pada lemak dan protein.

Fungsi membran plasma untuk mengatur transportasi atau pengangkutan zat dari sel dan ke dalam sel.

Lapisan Lipoprotein

Lapisan lipida (lemak)

Lapisan ini dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
· Lapisan pospolipid yang tersusun atas senyawa lipida atau lemak yang berikatan dengan gugus fospat.

· Glikolipid yang tersusun atas senyawa lipida/lemak yang berikatan dengan gugus glikogen (zat gula).

Pospolipid terletak pada lapisan dalam, sedangkan glikolipid terletak dilapisan luar. Selain itu, pada sel tertentu (sel lemak) juga ditemukan adanya sterol (lipida yang mengandung kolestrol). Pada lapisan ini terdiri dari dua bagian, yaitu yang permukaan luar bersifat hidrofobik (bagian yang tidak dapat dilalui senyawa yang larut dalam air) sedangkan bagian lainnya bersifat hidrofilik (bagian yang bisa dilalui senyawa yang larut dalam air).


Lapisan protein
Lapisan ini dibedakan menjadi dua macam lapisan, yaitu:

· Lapisan protein integral (intinsik) di lapisan dalam

· Lapisan protein perifer (ekstrinsik) di lapisan luar

Lapisan protein integral berikatan dengan gugus glikogen (zat gula/karbohidrat) sehingga disebut glikoprotein. Protein intrinsik bersifat hidrofobik, sedangkan protein perifer/ekstrinsik bersifat hidrofilik.

Proses pengangkutan pada membran plasma berlangsung melalui proses difusi, osmosis, dan transport aktif.

Difusi yaitu peristiwa pemindahan/penyebaran/pembauran molekul zat dari larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonik) menuju ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) sehingga tercapai keadaan konsentrasi seimbang (isotonik).
Osmosis/osmose yaitu peristiwa pemindahan air dari larutan berkonsentrasi rendah (hipotonik) menuju ke larutan berkonsentrasi tinggi (hipertonik) dengan melalui selaput/membran semipermeable.


Transport aktif yaitu peristiwa pemindahan molekul dengan menggunakan bantuan sumber energi tinggi di dalam tubuh organisme yaitu ATP (Adenosin Tri Phospat), apabila berkurang menjadi ADP (Adenosis Di Phospat) atau AMP (Adenosin Mono Phospat).

Endositosis dan Eksositosis

Endositosis adalah peristiwa masuknya partikel-partikel zat melalui membran plasma. Eksositosis yaitu peristiwa mengeluarkannya partikel-partikel zat melalui membran plasma.

Sitoplasma

Sitoplasma merupakan protoplasma yang terletak dibagian luar inti. Pada sel tumbuhan berdasarkan letaknya dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:


· Ektoplasma merupakan sitoplasma yang berbatasan dengan membran sel.

· Endoplasma merupakan sitoplasma yang terletak dibagian dalam.

Protoplasma

Protoplasma merupakan suatu larutan yang bersifat koloid. Larutan dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

· Solusi atau larutan sejati, yaitu larutan dimana molekul-molekulnya berukuran lebih besar ≥ 10-7 mm, contoh : larutan gula, larutan garam, dan larutan teh, cirinya tidak bisa mengendap.

· Koloid merupakan larutan dimana molekul-molekul terlarutnya berukuran antara 10-5-10-7, contoh pada putih telur.

· Suspensi, yaitu larutan dimana molekul terlarutnya lebih kecil dari 10-5, contohnya larutan cat, cirinya bisa mengendap.

Namun pada sel tumbuhan protoplasma dapat mengalami perubahan dari sol (lebih encer) ke gel (lebih pekat). Pada protoplasma terdapat organela-organela sel antara lain:


Mitokondria

Berfungsi sebagai tempat respirasi dalam sel, mitokondria memiliki struktur berupa lapisan berdinding rangkap dimana dibagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan yang disebut krista. Krista ini berfungsi untuk memperluas bidang permukaan sehingga proses respirasi lebih efektif. Jumlah mitokondria pada setiap sel akan berbeda-beda tergantung lingkungannya. Dari hasil proses respirasi ini sehingga di dalam mitokondria dihasilkan ATP (Adenosin Tri Phospat).


Badan Golgi/Aparatus Golgi/Golgi Kompleks

Berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa proses metabolisme atau sebagai alat ekskresi (pengeluaran zat metabolisme). Metabolisme: segala bentuk reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Metabolisme dibagi dua, yaitu reaksi pembentukan, dan reaksi penguraian. Pada tumbuhan badan golgi sering disebut diktosom. Badan golgi berfungsi untuk:

· Mengangkut dan mengubah materi-materi zat kimia yang terdapat di dalamnya. Pada tanaman dapat menghasilkan sekret (zat yang dihasilkan oleh kelenjar) sehingga pada tanaman tertentu dapat berupa zat lilin atau zat lendir.

· Sekresi protein, karbohidrat, glikoprotein dan lemak. Sekresi ialah proses pengeluaran zat oleh kelenjar dimana zat tersebut diperlukan organ-organ yang lain.

· Membentuk enzim-enzim pencernaan.

· Mensintesis polisakarida untuk pembentukan bahan dinding sel pada tumbuhan.

Retikulum Endoplasma (RE)

Retikulum endoplasma merupakan saluran-saluran halus yang berlekuk-lekuk berfungsi sebagai saluran penghubung antara nukleus dengan sitoplasma. Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua macam, yaitu:

· RE berganular (RE kasar) yaitu RE dimana bagian permukaan luarnya terdapat bintik-bintik atau granula-granula. Granula ini adalah ribosom.

· RE tidak berganula (RE halus), yaitu RE yang bagian permukaannya halus atau tidak memiliki granula-granula.


RE kasar berfungsi untuk transportasi protein yang dihasilkan oleh ribosom

Re halus berfungsi untuk transportasi zat lemak dan steroid (hormon)

Ribosom
Berupa bintik-bintik halus yang umumnya menempel pada RE, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesis protein (pembentukan protein). Di dalam ribosom banyak mengandung asam nukleat terutama ARN = Asam Ribo Nukleat / RNA = Ribo Nucleid Acid. Beberapa ribosom yang khusus mensintesis protein disebut polisom.

Lisosom

Lisosom hanya terdapat pada sel hewan, terutama pada sel-sel yang melakukan fungsi imunitas (kekebalan) pada sel manusia pada sel darah putih. Selain itu pada lisosom juga tampak pembentukan enzim-enzim pencernaan.

Sentrosom

Organela ini hanya terdapat pada sel hewan dan manusia. Pada saat sel akan membelah sentrosom akan berubah menjadi sentromer yang saling berpasang-pasangan.

Vakuola (Rongga Sel)

Pada sel tumbuhan

Pada sel muda (embrional) bentuknya kecil-kecil dan jumlahnya banyak, semakin dewasa beberapa vakuola akan berkumpul/bersatu sehingga menjadi besar. Didalam vakuola terdapat protoplasma dan beberapa senyawa antara lain

· Alkaloid merupakan senyawa kimia yang dapat pula bersifat racun namun mempunyai sifat fisiologis tertentu sehingga dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi sebagai obat, contohnya nikotin pada tembakau, papain pada papaya, kafein pada kopi, piperin pada sirih, asam-asam organik misalnya asam sitrat (Vitamin C) pada jeruk, dan asam tartrat pada buah-buahan muda.

· Senyawa organik misalnya karbohidrat, protein, dan lemak.

· Senywa anorganik misalnya nitrat, fospat.
· Kristal-kristal, misalnya kristal oksalat, Kristal karbonat, dan Kristal silikat.

· Butir-butir aleuron merupakan butir-butir protein halus sebagai makanan cadangan.

· Butir-butir amilum sebagai makanan cadangan untuk membentuk karbohidrat cadangan.


Pada Sel Hewan

Vakuola pada hewan bersel satu (protozoa) dibedakan dalam dua macam, yaitu:

· Vakuola makanan yang berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan

· Vakuola kontraktil berfungsi sebagai alat ekskresi / pengeluaran untuk terpeliharanya nilai osmosis dalam sel.


Plastida

Plastida merupakan organela yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Menurut zat warna yang dikandungnya dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

a. Kloroplas yaitu plastida yang berwarna hijau, warna ini disebabkan karena mengandung butir-butir zat berwarna hijau yang disebut klorofil. Klorofil terdapat pada hijau daun maupun batang yang masih muda. Klorofil dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

· Klorofil a berwarna hijau tua (kebiruan)

· Klorofil b berwarna hijau muda (kekuningan)

b. Kromoplas

Plastida ini mengandung bermacam-macam warna, terdapat pada batang, bunga, dan buah, contohnya:

· Xantofil, yaitu plastida berwarna merah kekuningan

· Karotin, yaitu plastida berwarna kuning kemerahan (orange) misalnya pada wortel.


Leukoplas

Leukoplas yaitu plastida yang tidak memiliki warna umumnya terdapat pada organ tumbuhan yang terkena pada sinar matahari, misalnya pada akar, umbi-umbian. Menurut fungsinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

· Amiloplas berfungsi untuk pembentukan dan penyimpanan amilum / zat gula / karbohidrat

· Elaioplas berfungsi sebagai pembentukan dan penyimpanan zat lemak / minyak, contoh pada kacang-kacangan.


Inti Sel (Nukleus)

Nukleus fungsinya sebagai pusat pengaturan segala aktifitas / kegiatan yang terjadi di dalam sel.

Bagian-bagian nukleus.

Selaput inti (membran inti / kariotika)
Merupakan membran rangkap yang tersusun atas senyawa lipoprotein. Berdasarkan membran inti sel dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

· Sel prokariotik : sel yang tidak memiliki membran inti

· Sel eukariotik : sel yang memiliki membran inti

Plasma Inti (Nukleo Plasma)

Plasma inti merupakan protoplasma yang terdapat di dalam nukleus.

Anak inti (Nukleolus)

Pada sel ada yang memiliki satu anak inti ada pula yang lebih. Pada nukleolus banyak terdapat ARN sebagai bahan pembentukan protein.

Benang-benang Kromatin

Berupa satu untaian yang tersusun dari butir-butir kromatin. Pada waktu sel akan membelah kromatin akan membentuk kromosom di dalam kromosom inilah terdapat gen yang merupakan faktor pembawa sifat yang diwariskan dari induk kepada keturunannya.

Dinding Sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan berfungsi memberi bentuk sel. Dinding sel tersusun atas senyawa selulosa, hem sellulose, zat lignin (zat kaya), zat suberin. Dengan adanya dinding sel ini sehingga sel tumbuhan bentuknya tetap. Pada sel-sel dewasa umumnya dinding sel mengalami penebalan.



SISTEM REPRODUKSI MANUSIA

Reproduksi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan yang baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jenisnya dan melestarikan jenis agar tidak punah. Pada manausia untuk mengahasilkanketuruna yang baru diawali dengan peristiwa fertilisasi. Sehingga dengan demikian reproduksi pada manusia dilalkukan dengan cara generative atau sexual.

Untuk dapat mengetahui reproduksi pada manusia , maka harus mengetahui terlebih dahulu organ-organ  kelamin yang terlibat serta proses yang berlangsung di dalamnya.

ORGAN REPRODUKSI MANUSIA
a. PRIA
Dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.

Organ reproduksi  luar terdiri dari :
Penis merupakan organ kopulasi yaitu hubungan antara alat kelamin jantan dan betina untuk memindahkan semen ke dalam organ reproduksi betina. Penis diselimuti oleh selaput tipis yang nantinya akan dioperasi pada saat dikhitan/sunat.
Scrotum merupakan selaput pembungkus testis yang merupakan pelindung testis serta mengatur suhu yang sesuai bagi spermatozoa.

Organ reproduksi dalam terdiri dari :
Testis merupakan kelenjar kelamin yang berjumlah sepasang dan akan menghasilkan sel-sel sperma serta hormone testosterone. Dalam testis banyak terdapat saluran halus yang disebut tubulus seminiferus.
Epididimis merupakan saluran panjang yang berkelok yang keluar dai testis. Berfungsi untuk menyimpan sperma sementara dan mematanagkan sperma.
Vas deferens merupakan saluran panjang dan lurus yang mengarah ke atas dan berujung di kelenjar prostat. Berfungsi untuk mengangkut sperma menuju vesikula seminalis.
Saluran ejakulasi merupakan saluran yang pendek dana menghubungkan vesikula seminalis dengan urethra.
Urethra merupakan saluran panjang terusan dari saluran ejakulasi dan terdapat di penis.

Kelenjar pada organ reproduksi pria
Vesikula seminalis merupakan tempat untuk menampung sperma sehingga disebut dengan kantung semen, berjumlah sepasang. Menghasilkan getah berwarna kekukingan yang kaya akan nutrisi bagi sperma dan bersifat alkali.Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran reproduksi wanita.
Kelenjar Prostat merupakan kelenjar yang terbesar dan menghasilkan getah putih yang  bersifat asam.
Kelenjar Cowper’s/Cowpery/Bulbourethra merupakana kelenjar yang menghasilkan getah berupa lender yang bersifat alkali. Berfungsi untuk menetralkan suasana asam dalam saluran urethra.


b. WANITA

Dibedakana menjasi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam.

Organ reproduksi luar terdiri dari  :
Vagina merupakan saluran yang menghubungkan organ uterusdengan tubuh bagian luar. Berfungsi sebagai organ kopulasi dan saluran persalinan?keluarnya bayi. Sehingga sering disebut dengan liang peranakan. Di dalam vagina ditemukan selaput dara.
Vulva merupakan suatu celah yang terdapat dibagian luar dan terbagi menjadi 2 bagian yaitu :

ü   Labium mayor merupakan sepasang bibir besar yang terletak dibagian luas dan membatasi vulva.

ü   Labium minor merupakan sepasang bibir kecil yang terletak d bagian dalam dan membatasi vulva

Organ reproduksi dalam terdiri dari :
Ovarium merupakan organ utama pada wanita. Berjumlah sepasang dan terletak di dalam tongga perut pada daerah pinggang sebelah kiri dan kanan. Berfungsi untuk menghasilkan sel ovum dan hormone wanita seperti :

ü   Estrogen yang berfungsi untuk mempertahankan sifat sekunder pada wanita, serta juga membantu dalam prosers pematangan sel ovum.

ü   Progesterone yang berfungsi dalam memelihata masa kehamilan.
Fimbriae merupakan serabut/silia lembut yang terdapat di bagian pangkal ovarium berdekatan dengan ujung saluran oviduct. Berfungsi untuk menangkap sel ovum yang telah matang yang dikelurakan oleh ovarium.
Infundibulum merupakan bagian ujung oviduct yang berbentuk corong/membesar  dan berdekatan dengan fimbriae. Berfungsi menampung sel ovum yang telah ditangkap oleh fimbriae.
Tuba fallopi merupakan saluran memanjang setelah infundibulum yang bertugas sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus dengan abantuan silia pada dindingnya.
Oviduct merupakan saluran panjang kelanjutandari tuba fallopi. Berfungsi sebagai tempat fertilisasi dan jalan bagi sel ovum menuju uterus denga bantuana silia pada dindingnya.
Uterus merupakan organ yang berongga dan berotot. Berbentuk sperti buah pir dengan bagian bawah  yang mengecil. Berfungsi sebagai tempat pertumbuhan embrio. Tipe uterus pada manusia adalah simpleks yaitu dengan satu ruangan yang hanya untuk satu janin. Uterus mempunyai 3 macam lapisan dinding yaitu :

ü   Perimetrium yaitu lapisanyang terluar yang berfungsi sebagai pelindung uterus.

ü   Miometrium yaitu lapisan yang kaya akan sel otot dan berfungsi untuk kontraksi dan relaksasi uterus dengan melebar dan kembali ke bentuk semula setiap bulannya.

ü   Endometrium merupakan lapisan terdalam yang kaya akan sel darah merah. Bila tidak terjadi pembuahanmaka dinding endometrium inilah yang akan meluruh bersamaan dengan sel ovum matang.
Cervix merupakan bagian dasar dari uterus yang bentuknya menyempit sehingga disebut juga sebagai leher rahim. Menghubungkan uterus dengan saluran vagina dan sebagai jalan keluarnya janin dari uterus menuju saluran vagina.
Saluran vagina merupakan saluran lanjutan dari cervic dan sampai pada vagina.
Klitoris merupakan tonjolan kecil yangt erletak di depan vulva. Sering disebut dengan klentit.


GAMETOGENESIS

Merupakan peristiwa pembentukan sel gamet, baik gamet jantan/sel spermatozoa (spermatogenesis) dan juga gamet betina/sel ovum.
Spermatogenesis merupakan proses pembentukan sel spermatozoa. Dibentuk di dalam tubula seminiferus. Dipengaruhi oleh beberapa hormone yaitu :
Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP  (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis.
Hormon LH yang berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosterone (yaitu suatu hormone sex yang penting untuk perkembangan sperma).

Berlangsung selama 74 hari sampai terbentuknya sperma yang fungsional. Sperma ini dapat dihasilkan sepanjang usia. Sehingga tidak ada batasan waktu, kecuali bila terjadi suatu kelainan yang menghambat penghasilan sperma pada pria.
Oogenesis merupakan proses pembentukan dan perkembangan sel ovum. Proses  oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu :
Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.
Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum).
Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH

Selama 28 hari sekali sel ovum dikeluarkan oleh ovarium. Sel telur ini telah matang (mengalami peristiwa ovulasi). Selama hidupnya seorang wanita hanya dapat menghasilkan 400 buah sel ovum setelah masa menopause yaitu berhentinya seorang wanita untuk menghasilkan sel ovum yang matang  Karena sudah tidak dihasilkannya hormone, sehingga berhentinya siklus  menstruasi sekitra usia 45-50 tahun.

Setelah ovulasi maka sel ovum akan mengalami 2 kemungkinan yaitu :
Tidak terjadi fertilisasi maka sel ovum akan mengalami  MENSTRUASI yaitu luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Terjadi secara periodic/sikus. Mempunyai kisaran waktu tiap siklus sekitar 28-35 hari setiap bulannya.

Siklus menstruasi terdiri dari 4  fase yaitu :
Fase Menstruasi yaitu peristiwa luruhnya sel ovum matang yang tidak dibuahi bersamaan dengan dinding endometrium yang robek. Dapat diakbiatkan juga karena berhentinya sekresi hormone estrogen dan progresteron sehingga kandungan hormone dalam darah menjadi tidaka ada.
Fase Proliferasi/fase Folikuler ditandai dengan menurunnya hormone progesteron sehingga memacu kelenjar hipofisis untuk mensekresikan FSH dan merangsang folikel dalam ovarium,  serta dapat membuat hormone estrogen diproduksi kembali. Sel folikel berkembang menjadi folikel de Graaf yang masak dan  menghasilkan hormone estrogern yang merangsangnya keluarnya LH dari hipofisis. Estrogen dapat menghambat sekersei FSH tetapi dapat memperbaiki dinding endometrium yang robek.
Fase Ovulasi/fase Luteal ditandai dengan sekresi LH yang memacu matangnya sel ovum pada hari ke-14 sesudah mentruasi 1. Sel ovum yang matang akan meninggalkan folikel dan folikel aka mengkerut dan berubah menjadi corpus luteum. Corpus luteum berfungsi untuk menghasilkan hormone progesteron yang berfungsi untuk mempertebal dinding endometrium yang kaya akan pembuluh darah.
Fase pasca ovulasi/fase Sekresi ditandai dengan Corpus luteum yang mengecil dan menghilang dan berubah menjadi Corpus albicans yang berfungsi untuk menghambat sekresi hormone estrogen dan progesteron sehingga hipofisis aktif mensekresikan FSH dan LH.  Dengan terhentinya sekresi progesteron maka penebalan dinding endometrium akan terhenti sehingga menyebabkan endometrium mengering dan robek. Terjadilah fase pendarahan/menstruasi.
Gambar Siklus mentsruasi


Terjadi FERTILISASI yaitu peleburan antara sel sperma dengan sel ovum yang telah matang dan menghasilkan zygote. Zygote akan menempel/implantasi pada dinding uterus dan tumbuh berkembang menjadi embrio dan janin. Keadaan demikian disebut dengan masa kehamilan/gestasi/nidasi. Janin akan keluar dari uterus setelah berusia 40 minggu/288 hari/9 bulan 10 hari. Peristiwa ini disebut dengan kelahiran.

Tahapan waktu dalam fertilisasi :
Beberapa jam setelah fertilisasi zygote akan membelah secara mitosis menjadi 2 sel, 4, 8, 16 sel.
Pada hari ke-3 atau ke-4 terbentuk kelompok sel yang disebut morula. Morula akan berkembang menjadi blastula. Rongga balstosoel berisi cairan dari tuba fallopi dan membentuk blastosit. Lapisan dalam balstosit membentuk inner cell mass.  Blastosit dilapisi oleh throhpoblast (lapisan terluar blastosit)  yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni/plasenta/ari-ari. Blastosit akan bergerak menuju uterus dengan waktu 3-4 hari.
Pada hari ke-6 setelah fertilisasi throphoblast akan menempel pada dinding uterus/proses implantasi dan akan mengeluarkan hormone HCG (hormone Chorionik gonadotrophin). Hormon ini melindungi kehamilan dengan menstimulasi produksi hormone progesteron dan estrogen  sehingga mencegah menstruasi.
Pada hari ke-12 setelah fertilisasi embrio telah kuat menempel pada dinding uterus.
Dilanjutkan dengan fase gastrula, yaitu hari ke-21 palsenta akan terus berkembang dari throphoblast. Mulai terbentuk 3 lapisan dinding embrio. Lapisan dinding embrio inilah yang akan berdiferensisai menjadi organ-organ tubuh. Organ tubuh aka berkembang semakin sempurna seiring bertambahnya usia kandungan.

Hormon yang berperanan dalam kehamilan
Progesteron dan estrogen, merupakan hormone yang berperanan dalam masa kehamilan 3-4 bulan pertama masa kehamilan. Setelah  itu fungsinya diambil alih oleh plasenta. Hormone estrogen makin banyak dihasilkan seiring dengan bertambahnya usia kandungan karena fungsinya yang merangsang kontraksi uterus. Sedangkan hormone progesterone semakin sedikit karena fungsinya yang menghambat kontraksi uterus.
Prolaktin merupakan hormone yang disekresikan oleh plasenta dan berfungsi untuk memacu glandula mamae untuk memproduksi air susu. Serta untuk mengatur metabolisme tubuh ibu agar janin (fetus)  tetap mendapatkan nutrisi.
HCG (hormone chorionic gonadotrophin) merupakan hormone untuk mendeteksi adanya kehamilan. Bekerja padahari ke-8 hingga minggu ke-8 pada masa kehamilan. Hormon ini ditemukan pada urine wania pada uji kehamilan.
Hormon oksitosin merupakan hormone yang berperan dalam kontraksi uterus menjelang persalianan.

Hormon yang berperanan dalam kelahiran/persalinan
Relaksin merupakan hormone yang mempengaruhi peregangan otot simfisis pubis
Estrogen merupakan hormone yang mempengaruhi hormone progesterone yang menghambat kontraksi uterus.
Oksitosin merupakan hormone yang mempengaruhi kontraksi dinding uterus.
Prinsip Kontrasepsi dalam Reproduksi


Bertujuan untuk mencegah bertemunya sel sperma dengan sel ovum,  sehingga tidak terjadi fertilisasi.  Macam cara dalam kontrasepsi adalah :
Sistem kalender yaitu dengan memperhatikan masa subur wanita.
Secara hormonal yaitu menghambat/menghentikan proses ovulasi.
Kimiawi yaitu dengan menggunakan zat-zat kimia. Seperti spermatosida untuk pria, vaginal douche untuk wanita.
Mekanik yaitu dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi.
Sterilisasi yaitu dengan membuat setrilorgan-organ reproduksi bagian dalam. Seperti vasektomi untuk pria dan tubektomi untuk wanita.


Pertumbuhan Sel Telur dan Sperma

         Proses reproduksi diawali dengan pertumbuhan sel sperma dan sel telur dalam masing-masing gonad (kelenjar kelamin). Pada pria gonad diwakili oleh testis, sedangkan pada wanita diwakili oleh indung telur (ovarium). Secara rinci, proses pertumbuhan yang terjadi di dalam alat reproduksi, adalah sebagai berikut :   
Sel Sperma

        Spermatozoa adalah nama yang diberikan pada sel reproduksi pria. Fungsinya melakukan pembuahan melalui penyatuan dengan sel telur.

Penampang Sistem Reproduksi Pria.

          Pria memproduksi sekitar 400 juta sel sperma dalam setiap ejakulasi. Sperma ini dikelilingi oleh cairan mani, yang melindunginya dari keasaman vagina. Produksi sperma yang mencapai 10-30 biliun setiap bulan terjadi di saluran air mani dalam testis. Kemudian sperma yang baru terbentuk berjalan melalui saluran air mani menuju ke epididimis yang terletak di belakang testis. Epididimis ini bertindak sebagai tempat penyimpanan dan perkembangan. Di sini, sperma perlu waktu 60-75 jam untuk mencapai kematangan penuh. Sperma matang ini akan menunggu selama 4 minggu. Bila selama kurun waktu itu tidak digunakan, maka sperma akan diserap kembali oleh tubuh. Sebaliknya dengan tiga atau empat kali ejakulasi dalam tempo 12 jam, epididimis dapat dikosongkan. Dalam waktu dua hari, epididimis akan berisi kembali.

Setelah sperma terbentuk di testis, bergerak menuju epididimis. Di sini, sperma disimpan sampai mencapai kematangan penuh. Selanjutnya sperma menuju vas deferent, dan ke dasar kandung kencing untuk menerima cairan mani. Pada saat ejakulasi, sperma keluar melalui saluran kencing.

Di tubulus seminiferous dalam testis, sperma di produksi. Sperma dibuat dengan melakukan beberapa kali pembelahan sampai menjadi sperma matang.

         Di bawah mikroskop, panjang sperma yang matang kira-kira 0,005 mm dan bentuknya seperti kecebong (anak katak). Ia memiliki tiga bagian utama yang terdiri atas kepala, bagian tengah dan ekor. Bagian kepala, yaitu akrosom berisi enzim-enzim khusus yang memungkinkan sperma menembus ke dalam sel telur dan melakukan pembuahan. Bagian tengah berisi struktur-struktur yang di sebut mitokondria, yang menyimpan sumber energi yang diperlukan oleh sperma dalam perjalanannya menuju ke sel telur. Sedangkan fungsi ekor adalah mendorong sperma, dengan gerakan seperti cambuk dan dengan kecepatan kira-kira 3-3,5 mm permenit.

Sperma matang mempunyai kepala, badan, dan ekor dengan panjang 0,05 mm

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More