Minggu, 03 April 2011

MAKALAH Asuhan Antenatal dan Intranatal

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Keselamatan dan kesejahteraan ibu secara menyeluruh merupakan perhatian yang utama bagi seorang bidan. Bidan bertanggung jawab memberikan pengawasan, nasehat serta asuhan bagi wanita selama masa hamil, bersalin dan nifas. Asuhan kebidanan yang diberikan termasuk pengawasan pelayanan kesehatan masyarakat di komunitas, baik di rumah, posyandu maupun polindes. http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com

Sebagai seorang bidan yang nantinya yang akan ditempatkan di desa, dalam menjalankan tugas ia merupakan komponen dan bagian dari masyarakat desa dimana ia bertugas. Selain dituntut dapat memberikan asuhan bermutu tinggi dan komprehensif, seorang bidan harus dapat mengenal masyarakat sesuai budaya setempat dengan sebaik-baiknya, mengadakan pendekatan dan bekerjasama dalam memberikan pelayanan, sehingga masyarakat dapat menyadari masalah kesehatan yang dihadapi serta ikut secara aktif dalam menaggulangi masalah kesehatan baik untuk individu mereka sendiri maupun keluarga dan masyarakat sekitarnya.

2. RUMUSAN MASALAH

1. Asuhan Antenatal

• Standar Asuhan Kebidanan

• Standar Alat

• Manajemen Ibu Antenatal

2. Asuhan Intranatal

• Standar Pelayanan Kebidanan

• Persiapan Bidan

• Persiapan Rumah dan Lingkungan

• Persiapan Alat dan/bidan Kit

• Persiapan Ibu dan Keluarga

• Manajemen Ibu Intranatal

3. TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Askeb V (Kebidanan Komunitas) pada jurusan D3 Kebidanan Semester IV

4. MANFAAT

Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu untuk mengetahui Asuhan Antenatal dan Intranatal.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. ASUHAN ANTENATAL DI KOMUNITAS

A. PENDAHULUAN

Pemberian asuhan kehamilan tidak hanya dilakukan di klinik saja, tetapi dapat dimulai dari sub sistem masyarakat (keluarga)

Semua ibu hamil berpotensi mempunyai resiko terjadinya bahaya/komplikasi dalam persalinan

Dampak komplikasi persalinan antara lain : Death; Disease; Disability; Discomfort; Dissatisfaction

B. DEFINISI

Pemeriksaan kehamilan untuk melihat dan memeriksa keadaan ibu dan janin yang dilakukan secara berkala

Tiap hasil pemeriksaan diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan selama kehamilan

Pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim

C. TUJUAN

1.Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan bayi

2.Mendeteksi adanya komplikasi yang dapat mengancam jiwa ibu dan janin

3.Merencanakan asuhan khusus sesuai dengan kebutuhan

4.Mempersiapkan persalinan serta kesiagaan dalam menghadapi komplikasi

5.Mempersiapkan masa nifas dan pemberian ASI eksklusif

D. STANDAR MINIMAL ANTENATAL

Timbang BB;ukur Tek darah; TFU

Pemantauan selama masa kehamilan untuk melihat indikator kesejahteraan ibu dan janin

Dilakukan setiap kali kunjungan

Kunjungan dilakukan :

- Sampai 28 minggu : 4 minggu sekali

- 28 - 36 minggu : 2 minggu sekali

- Di atas 36 minggu : 1 minggu sekali

Imunisasi TT

Salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menurunkan angka kematian bayi atau neonatus yang disebabkan oleh tetanus

TT 1 diberikan saat ANC pertama, dilanjutkan TT 2 setelah empat minggu dari TT 1

Diharapkan bayi yang dilahirkan akan terlindung dari Tetanus Neonatorum (3 Tahun)

Tablet Zat Besi

Tindakan pencegahan terhadap anemia dalam kehamilan

Kandungan dari obat FeSO4 320 (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 Ug

Dosis pemberian : 1 tablet pada saat ibu tidak mual

Efek samping : mual & konstipasi

Optimalisasi penyerapan : tidak diminum bersama teh atau kopi

Tes terhadap PMS

Ibu hamil resiko tinggi terhadap PMS, sehingga dapat mengganggu salura perkemihan dan reproduksi

Upaya diagnosis kehamilan dengan PMS di komunitas adalah melakukan diagnosis pendekatan gejala;

memberikan terapi; konseling untuk rujukan

Temu Wicara (Persiapan Rujukan)

Memberikan konsultasi atau melakukan kerjasama penanganan

Tindakan yang harus dilakukan bidan dalam temu wicara, antara lain :

a. Merujuk ke dokter untuk konsultasi, menolong ibu menentukan pilihan yang tepat.

b. Melampirkan kartu kesehatan ibu beserta surat rujukan

c. Meminta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat hasil rujukan

d. Meneruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan

e. Memberikan asuhan Antenatal

f. Perencanaan dini jika tidak aman melahirkan dirumah

g. Menyepakati diantara pengambil keputusan dalam keluarga tentang rencana proses kelahiran

h. Persiapan dan biaya persalinan

E. STANDAR ALAT ANTENATAL

Peralatan Tidak Steril

1. Timbangan BB dan pengukur TB

2. Tensi meter dan stetoscope

3. Funandoskop
Termometer dan alat pengukur

4. Senter
Reflek hammer

5. Pita pengukur LILA

6. Metline
Pengukur Hb

7. Bengkok
Handuk kering

8. Tabung urine

9. Lampu spiritus

10. Reagen untuk pemeriksaan urine

11. Tempat sampah

Peralatan Steril

1. Bak instrument

2. Spatel lidah

3. Sarung tangan (Handscoen)

4. Spuit dan jarum

Bahan-bahan Habis Pakai

1. Kassa bersih

2. Kapas

3. Alkohol 70%

4. Larutan Klorin

Formulir yang Di Sediakan

1. Buku KIA

2. Kartu status

3. Formulir rujukan

4. Buku register

5. ATK

6. Kartu penapisan dini

7. Kohort ibu/bayi

Obat-obatan
1.Golongan roborantia (Vit B6 dan B kompleks)

2.Vaksin TT

3.Kapsul yodium

4.Obat KB

F. MANAJEMEN ASUHAN ANTENATAL

1) Kunjungan Rumah

Kunjungan rumah yang minimal dilakukan selama ANC :

1. Satu kali kunjungan selama trimester I, sebelum minggu ke-14

2. Satu kali kunjungan selama trimester II, diantara minggu ke-14 sampai minggu ke 28

3. Dua kali kunjungan selama trimester III, antara minggu ke-23 sampai dan setelah minggu ke-36

Kunjungan ideal selama kehamilan :

1. Sedini mungkin, ketika ibu mengatakan terlambat haid

2. Satu kali setiap bulan sampai usia kehamilan 7 bulan

3. Dua kali setiap bulan sampai usia kehamilan 8 bulan

4. Satu kali setiap minggu sampai usia kehamilan 9 bulan

5. Pemeriksaan khusus apabila ada keluhan-keluhan

2) Standar Pelayanan ANC di Komunitas

Standar pelayanan meliputi :

1. Identifikasi ibu hamil

2. Pemeriksaan dan pemantauan antenatal

3. Palpasi abdomen

4. Pengelolaan anemia pada kehamilan

5. Pengelolaan dini pada kasus hipertensi dalam kehamilan

6. Persiapan persalinan

3) ANC Di Rumah

Seorang bidan dapat melakukan beberapa hal berikut :

1. Bidan harus mempunyai data ibu hamil di wilayah kerjanya

2. Identifikasi ibu hamil melakukan ANC teratur

3. Bidan melakukan kunjungan ke rumah, bila ibu hamil tidak periksa kehamilannya

4. Kontrak waktu yang disepakati dengan ibu hamil

5. Pemeriksaan sesuai dengan standar, identifikasi rumah untuk proses persalinan

4) Pemilihan Tempat Persalinan

a) Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat persalinan, antara lain :

Pengambilan keputusan dilakukan oleh ibu sendiri atas dasar konsultasi dengan bidan atau dokter untuk memilih tempat persalinan

b) Selama proses persalinan ibu memerlukan rasa aman, nyaman dan percaya terhadap orang yang menolong

c) Tempat persalinan harus direncanakan dengan baik untuk menghindari rujukan yang estafet.

d) Proses skrining menggunakan prinsip 4T : temu muka; temu wicara; temu faktor resiko; dan temu keluarga

5) Skrining Antenatal

A. Kehamilan Resiko Rendah (KRR)

Kehamilan normal tanpa masalah atau faktor resiko, kemungkinan besar persalinan normal, tetapi waspada akan adanya komplikasi persalinan

B. Kehamilan Resiko Tinggi (KRT)

kehamilan dengan faktor resiko, baik dari sisi ibu maupun sisi janin, diperlukan rujukan ke rumah sakit

C. Kehamilan Resiko Sangat Tinggi (KRST)

Kehamilan dengan resiko ganda atau lebih dari dua faktor resiko baik dari ibu ataupun janin, dibutuhakan perawatan khusus dan adequate

G. LANGKAH-LANGKAH MANAJEMEN ANTENATAL

a. Ciptakan adanya rasa percaya dan membuat perasaan nyaman

b. Kaji riwayat kehamilan dan terapkan prinsip mendengarkan efektif

c. Anamnese secara lengkap

d. Melakukan pemeriksaan seperlunya

e. Pemeriksaan Laboratorium

f. Membantu persiapan persalinan dan kemugkinan darurat

g. Konseling sesuai kebutuhan

h. Persiapan persalinan yang aman dan bersih

i. Memberi nasehat pada ibu untuk mencari pertolongan apabila :

Ø Perdarahan pervaginam

Ø Sakit kepala lebih dari biasanya

Ø Gangguan penglihatan

Ø Pembengkakan pada wajah dan tangan

Ø Nyeri abdomen

Ø Janin bergerak tidak seperti biasanya

j. j.Pemberian tablet Fe 90 butir

k. k.Berikan suntikan TT dengan dosis 0,5cc

l. l.Jadwalkan kunjungan rumah berikutnya

m. m.Mendokumentasikan hasil kunjungan

2. ASUHAN INTRANATAL DI KOMUNITAS

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan.

Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan.

Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

A. 4 STANDAR PELAYANAN KEBIDANAN YAITU :

a. Asuhan saat persalinan

Bidan menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai, dengan memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan berlangsung.

b. Persalinan yang aman

Bidan melakukan pertolongan persalinan yang aman dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.

c. Pengeluaran plasenta dengan penegangan tali pusat

Bidan melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.

d. Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi

Bidan mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama, dan segera melakukan episiotomi dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.

B. PERSIAPAN BIDAN MELIPUTI :

1) Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, kemudian memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan ibu selama proses persalinan .

2) Mempersiapkan ruangan yang hangat dan bersih serta nyaman untuk persalinan dan kelahiran bayi.

3) Persiapan perlengkapan, bahan-bahan dan obat-obatan yang diperlukan dan pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang diperrlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi.

4) Mempersiapkan persiapan rujukan bersama ibu dan keluarganya. Karena jika terjadi keterlambatan untuk merujuk ke fasilitas yang lebih memadai dapat memahayakan keselamatan ibu dan bayinya.apabila iu dirujuk, siapkan dan sertakan dokumentasi asuhan yang telah diberikan.

5) Memberikan asuhan sayang ibu, seperti memberi dukungan emosional, membantu pengaturan posisi ibu, memberikan cairan dan nutrisi, memberikan keleluasaan untuk menggunakan kamar mandi secara teratur, serta melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman dengan teknik pencegahan infeksi.

C. PERSIAPAN RUMAH DAN LINGKUNGAN

Ruangan atau lingkungan dimana proses persalinan akan berlangsung harus memiliki pencahayaan penerangan yang cukup, ranjang sebaiknya diletakkan ditengah-tengah ruangan agar mudah didekati dari kiri maupun kanan, dan cahaya sedapat mungkin tertuju pada tempat persalinan.

Persiapan untuk mencegah terjadinya kehilangan panas tubuh yang berlebihan, perlu disiapkan juga lingkungan yang sesuai bagi bayi baru lahir dengan memastikan bahwa ruangan bersih, hangat, pencahayaan yang cukup dan bebas dari tiupan angin. Apabila lokasi tempat tinggal ibu di daerah pegunungan atau yang beriklim dingin, sebaiknya sediakan minimal 2 selimut, kain atau handuk yang kering dan bersih untuk mengeringkan dan menjaga kehangatan tubuh bayi.

a) Situasi dan Kondisi

Situasi dan kondisi yang harus diketahui oleh keluarga, yaitu :

a. Rumah cukup aman dan hangat

b. Tersedia ruangan untuk proses persalinan

c. Tersedia air mengalir

d. Terjamin kebersihannya

e. Tersedia sarana media komunikasi

b) Rumah

Tugas bidan adalah mengecek rumah sebelum usia kehamilan 37 minggu dan syarat rumah diantaranya :

a. Ruangan sebaiknya cukup luas

b. Adanya penerangan yang cukup

c. Tempat nyaman

d. Tempat tidur yang layak untuk proses persalinan

D. PERSIAPAN PERALATAN

Perlengkapan yang harus disiapkan oleh keluarga untuk melakukan persalinan di rumah :

1.Persiapan untuk pertolongan persalinan

- Waskom

- Sabun cuci

- Handuk kering dan bersih

- Selimut

- Pakaian ganti

- Pembalut

- Kain pel

- Lampu

2. Persiapan Untuk Bayi

- Handuk Bayi

- Tempat Tidur Bayi

- Botol air panas untuk menghangatkan alas

- Pakaian bayi

- Selimut bayi

E. PERSIAPAN IBU DAN KELUARGA

Persalinan adalah saat yang menegangkan bahkan dapat menjadi saat yang menyakitkan dan menakutkan bagi ibu. Upaya untuk mengatasi gangguan emosional dan pengalaman yang menegangkan dapat dilakukan dengan asuhan sayang ibu selama proses persalinan.

F. MANAJEMEN ASUHAN INTRANATAL

Asuhan intranatal yang diberikan harus baik dan benar sesuai dengan standar, sehingga dapat membantu menurunkan angka kematian atau kesakitan ibu dan bayi

a) INTRANATAL DI RUMAH

1.Asuhan Persalinan Kala I

Bertujuan untuk memberikan pelayanan kebidanan yang memadai dalam pertolongan persalinan yang bersih dan aman

Bidan perlu mengingat konsep tentang konsep sayang ibu, rujuk bila partograf melewati garis waspada atau ada kejadian penting lainnya

2.Asuhan Persalinan Kala II

Bertujuan memastikan proses persalinan aman, baik untuk ibu maupun bayi

Bidan dapat mengambil keputusan sesegera mungkin apabila diperlukan rujukan

3.Asuhan Persalinan Kala III

Bidan sebagai tenaga penolong harus terlatih dan terampil dalam melakukan manajemen aktif kala III

Hal penting dalam asuhan persalinan kala III adalah mencegah kejadian perdarahan, karena penyebab salah satu kematian pada ibu.

4.Asuhan Persalinan Kala IV

Asuhan persalinan yang mencakup pada pengawasan satu sampai dua jam setelah plasenta lahir.

Pengawasan/observasi ketat dilakukan pada hal-hal yang menjadi perhatian pada asuhan persalinan kala IV.

b) KEGAWATDARURATAN PERSALINAN

a.Jangan menunda untuk melakukan rujukan

b.Mengenali maslah dan memberikan instruksi yang tepat

c.Selama proses merujuk dan menunggu tindakan selanjutnya lakukan pendampingan secara terus menerus

d.Lakukan observasi Vital Sing secara ketat

e.Rujuk segera bila terjadi Fetal Distress

f.Apabila memungkinkan, minta bantuan teman untuk mencatat riwayat kasus dengan singka

BAB III

PENUTUP

1. KESIMPULAN

Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Kebidanan (SPK).

Pelayanan antenatal yang berkualitas adalah yang sesuai dengan standar pelayanan antenatal seperti yang ditetapkan dalam buku Standar Pelayanan Kebidanan (SPK). Pelayanan antenatal sesuai standar meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium rutin dan khusus, serta intervensi umum dan khusus (sesuai risiko yang ditemukan dalam pemeriksaan). Dalam penerapannya terdiri atas timbang berat badan dan ukur tinggi badan, ukur tekanan darah, ukur tinggi fundus uteri, skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bila diperlukan, pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan, test laboratorium (rutin dan khusus), tata laksana kasus, temu wicara (konseling).

Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah pelayanan persalinan yang aman yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten, yaitu dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan.

Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pertolongan persalinan kepada masyarakat adalah: dokter spesialis kebidanan, dokter umum dan bidan.

Pada kenyataan dilapangan, masih terdapat penolong persalinan yang bukan tenaga kesehatan, dan dilakukan di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Secara bertahap seluruh persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA

Bidan Menyongsong Masa Depan, PP IBI. Jakarta.

Depkes RI. (1999). Buku Pedoman Pengenalan Tanda Bahaya pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas, Departemen kesehatan, Departemen Dalam Negeri, Tim Penggerak PKK dan WHO. Jakarta.

Depkes RI. (2002). Standar Pelayanan Kebidanan. Jakarta.

Depkes RI. (2003). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta.

Pelayanan Obtetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) Asuhan Neonatal Essensial. 2008

Syahlan, J.H. (1996). Kebidanan Komunitas. Yayasan Bina Sumber Daya Kesehatan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More