Selasa, 31 Mei 2011

MAKALAH PENGARUH KOMUNIKASI TERHADAP PERKEMBANGAN MANUSIA

pengaruh komunikasi bagi manusia BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antar manusia berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi yang mempengaruhinya.

Komunikasi dapat terjadi pada siapa saja, baik antar guru dengan muridnya. Orang tua dengan anaknya, pimpinan dengan bawahannya, antara sesama karyawan dan lain sebagainya. Melakukan komunikasi merupakan bagian terpenting dari semua aktivitas, agar timbul pengertian dalam menyelesaikan tugas masing-masing.

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

Komunikasi merupakan dasar interaksi antar manusia. Kesepakatan atau kesepahaman dibangun melalui sesuatu yang berusaha bisa dipahami bersama sehingga interaksi berjalan dengan baik. Persoalan mendasar dari masalah ini terletak pada hambatan yang muncul dalam membangun kesepahaman dan usaha mencapai tujuan secara maksimal.

Hal ini biasanya melahirkan suatu kegalauan tentang komunikasi yang baik sederhana yang dibayangkan yang kemudian menuntun pada pemikiran tentang usaha melakukan komunikasi secara efektif.

B. Maksud dan Tujuan Komunikasi

Adapun maksud tujuan komunikasi adalah :

1. Agar kita dapat berkomunikasi yang baik dengan orang lain, akan membantu seseorang mempermudah mendapat rezki, sahabat dan pelanggan

2. Semakin banyak orang yang tidak mengenal etika dalam berkomunikasi

3. Dengan mengetahui konsep, teori dan dasar-dasar praktik komunikasi yang baik, seseorang bisa menjadi pekerja komunikasi terampil dan profesional dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya.

4. Perubahan sikap (attitude change)

Seorang komunikasi setelah menerima pesan kemudian sikapnya berubah, baik positif/negatif, dalam beberapa situasi kita berusaha mempengaruhi sikap orang lain dan berusaha agar orang bersikap positif sesuai keinginan kita.

5. Perubahan pendapat (opinion change)

Dalam komunikasi berusaha menciptakan pemahaman. Pemahaman ialah kemampuan memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator.

6. Perubahan perilaku (behavior change)

Komunikasi bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan seseorang. Misalnya kampanye kesehatan merokok dapat menyebabkan gangguan kesehatan setelah mengikuti kampanye tersebut si perokok berusaha menguranginya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Istilah komunikasi atau communication berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Kata sifatnya communius yang bermakna umum atau bersama-sama dengan demikian komunikasi menurut lexicografer (Ahli kamus bahasa) menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk mencapai kebersamaan.

Menurut Carl I. Havland komunikasi adalah suatu proses di mana seseorang memindahkan perangsang yang biasanya berupa lambang kata-kata untuk mengubah tingkah laku orang lain. Jadi dengan demikian komunikasi itu adalah persamaan pendapat dan untuk kepentingan itu maka orang harus mempengaruhi orang lain dahulu. Sebelum orang itu berpendapat, bersikap dan bertingkah laku yang sama dengan kita.

Menurut beberapa ahli komunikasi, secara ringkas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah penyampaian informasi, gagasan, menyampaikan pengetahuan kepada pihak lain.

B. SEJARAH KOMUNIKASI

Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, bahwa komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia. Karena komunikasi adalah salah satu aktivitas yang sangat fundamental dalam kehidupan umat manusia.

Sifat manusia untuk menyampaikan keinginannya dan untuk mengetahui hasrat orang lain, merupakan awal keterampilan manusia berkomunikasi secara otomatis melalui lambang-lambang isyarat, kemudian disusul dengan kemampuan untuk memberi arti setiap lambang-lambang itu dalam bentuk bahasa verbal.

Dan Robers pun menilai peristiwa ini sebagai generasi pertama kecakapan manusia berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis.

Menurut Rogers, sejarah perkembangan komunikasi dapat dibagi menjadi empat (4) era perubahan :

a. Era komunikasi tulisan

Diperkirakan dimulai ketika bangsa Sumeria mulai mengenal kemampuan menulis dalam lembaran tanah liat sekitar 4.000 tahun SM.

b. Era komunikasi cetakan

Era ini dimulai sejak ditemukannya mesin cetak band press oleh Gutten Beng dan Jauh Coster di Jerman pada tahun 1456 dan kira-kira berlangsung selama 5.000 tahun.

c. Era telekomunikasi

Pada tahun 1844, Samule Morse menemukan alat telegraf yang pertama dan mengawali era telekomunikasi ini

d. Era komunikasi interaktif

Mulai terjadi pada pertengahan abad ke 19 dengan ditemukannya maniframe Komputer Eniac dengan 18.000 vacum tubes oleh para ahli dari universitas Pennsylvania di Amerika serikat, pada tahun 1946.

Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke waktu, telah memberikan pengaruh terhadap cara-cara manusia berkomunikasi, komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran dan perasaan dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya. Komunikasi membuat cakrawala seseorang menjadi makin luas.

C. KOMUNIKASI DAN KEHIDUPAN MANUSIA

Komunikasi adalah prasyarat kehidupan manusia karena tanpa komunikasi, interaksi antar manusia, baik secara perorangan, kelompok maupun organisasi tidak akan mungkin dapat terjadi. Dua orang dikatakan melakukan interaksi apabila masing-masing melakukan aksi dan reaksi. Aksi dan reaksi antar manusia inilah yang dalam ilmu komunikasi biasa disebut dengan tindakan komunikasi.

Tindakan komunikasi dapat dilakukan dalam berbagai cara, baik secara verbal (dalam bentuk kata-kata, lisan atau tulisan). Ataupun nonverbal (tidak dalam bentuk kata-kata ex: tingkah laku, gambar-gambar dan bentuk lainnya yang mengandung arti)

Komunikasi juga dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung komunikasi tidak langsung yaitu : tindakan komunikasi yang dilakukan tidak secara perorangan tetapi melalui medium atau alat perantara tertentu. Misalnya menyampaikan informasi melalui surat kabar, majalah, radio dan lain-lain.

Komunikasi juga merupakan salah satu fungsi kehidupan manusia fungsi komunikasi adalah untuk menyampaikan apa yang ada di dalam pikiran atau perasaan hatinya kepada orang lain. Baik secara langsung ataupun tidak langsung. Komunikasi mempunyai dan banyak kegunaannya di dalam kehidupan manusia. Banyak contoh kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari yang dinyatakan dalam peristiwa sehari-hari.

a. Seorang guru mengajar tata hidang kepada murid-muridnya

b. Beberapa anak muda ngobrol sambil minum copi di cafe

c. Seorang ibu bercerita kepada anaknya

Contoh-contoh di atas memberikan gambaran bahwa komunikasi bisa terjadi dalam berbagai konteks kehidupan manusia, mulai dari kegiatan yang bersifat individual, kelompok, keluarga atau melalui media.

BAB III

MACAM-MACAM KOMUNIKASI

1. KOMUNIKASI VERBAL

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan lambang kata-kata atau bahasa sebagai medianya, baik secara lisan maupun tulisan dalam praktek komunikasi, ada empat Ruspon verbal mendengarkan (Listening Respons) yaitu

a. Respons mendengarkan (listerning respons) untuk keberhasilan proses komunikasi, komunikator, harus menguasai respons mendengar yaitu dengan teknik :

1) Paraphrase, merupakan teknik pengembalian isi pesan kembali kepada komunikasi

2) Clarification, adalah respons mendengarkan yang digunakan oleh komunikasi untuk mendorong komunikasi agar berkata yang sebenarnya

3) Reflektion of Feeling, adalah respons mendengarkan yang berhubungan dengan perasaan atau isi pesan komunikasi (pihak yang didengarkan)

4) Summatization merupakan teknik respons dengan menyimpulkan dua parapharese atau refelection of feeling

b. Respons tindakan (action responses) dilakukan oleh komunikator setelah menghipnotis isi pesan komunikan untuk menanggapi pernyataan komunikan respons tindakan ini (action responses) bersifat lebih aktif terdiri dari

1) Probe merupakan respons tindakan berbentuk pertanyaan, respons ini lebih bersifat membuka dan terbuka. Juga digunakan untuk mendorong komunikan agar mengungkapkan dirinya lebih banyak lagi.

2) Ability potential, merupakan respons tindakan dalam bentuk pernyataan yang menunjukkan atau menggambarkan potensi komunikasi untuk melakukan sesuatu. Respons ini digunakan untuk mendorong komunikasi agar lebih aktif, sehingga timbul kepercayaan diri untuk melakukan sesuatu dan memperluas kesadaran akan kekuatan atau potensi yang dimilikinya.

3) Confrontation, adalah respons tindakan yang ditujukan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan lain yang dihadapi lawan bicara. Fungsi dari confrontation antara lain untuk mengidentifikasi pribadi komunikan atau permasalahan pesan yang dihadapinya secara konrehensif

4)  Interpretation adalah bentuk respons tindakan verbal yang bersifat memberikan penjelasan dari pesan yang telah disampaikan oleh lawan bicara, fungsinya untuk mengidentifikasi keterkaitan antara pesan dengan tingkah laku komunikan. Artinya tingkah laku komunikan dari beberapa gambaran alternatif atau penjelasan yang berbeda.

2. KOMUNIKASI NON VERBAL

Komunikasi non verbal adalah pesan atau informasi yang tidak disampaikan secara lisan maupun tulisan. Komunikasi ini biasanya terlontar dari penampilan gerakan tubuh (bahasa tubuh), kontak mata, mimik (ekspresi wajah) atau pakaian. Tube dan carter mengklasifikasi komunikasi nonverbal sebagai :

1) Body nation : adalah komunikasi nonverbal yang di ungkapkan melalui gerakan tubuh seperti gerakan tangan, kaki, ekspresi wajah, gerakan mata dan sejenisnya.

2) Tauching behavior : adalah gerakan nonverbal yang diungkapkan melalui gerakan seperti bersalaman, gerakan memegang dan sebagainya.

3) Physical characteristic : adalah komunikan nonverbal yang diungkapkan melalui bentuk fisik, seperti tinggi badan, berat badan dan warna kulit.

4) Artifact : adalah bentuk nonverbal melalui penampilan, atau penggunaan kosmetik, misal penggunaan parfum, lipstik dan sebagainya.

5) Environment factors :adalah komunikasi nonverbal yang disampaikan melalui bentuk kantor, dekorasi ruang, lantai, taman dan sejenisnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ada tingkah laku nonverbal yang sering mewarnai proses komunikasi dalam melakukan hubungan interpersonal yaitu kinetik, paralinguistik dan prosemik (keterlibatan individu dengan lingkungan).

a. Perilaku kinetik : meliputi gerakan tubuh (fungsi tubuh) seperti gerakan badan, gerakan anggota tubuh, ekspresi wajah, gerak mata dan sebaginya. Perilaku kinetik banyak terkait dengan keadaan diri manusia sebagai sumber gerak yaitu mencakup ciri-ciri fisik seperti keadaan jasmani, berat badan, tinggi badan, kurus, gemuk dan penampilan diri secara umum.

b. Paralinguistik : Jenis komunikasi yang berkaitan dengan cara bagaimana seseorang mengucapkan atau menyampaikan pesan. Paralinguistik dapat menunjukkan bagaimana suatu pembicaraan disampaikan dan sekaligus menunjukkan tentang keadaan emosi dan sikapnya. Di sini ada beberapa isyarat vokal yang dapat disimak oleh pendengarannya antara lain meliputi tingkat suara, atau intonasi suara dan lancar tidaknya berbicara.

BAB IV

HAMBATAN KOMUNIKASI

1. HAMBATAN DARI PROSES KOMUNIKASI

Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan. Hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuhan atau kepentingan.

Hambatan dalam penyanduan/simbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang digunakan tidak jelas, sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama, atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.

Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio, dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya.

Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima. Hambatan dari si penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat penerima/mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.

Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggerakkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan lain sebagainya.

2. HAMBATAN FISIK

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca, gangguan alat komunikasi dan lain-lain. Misalnya

a. Gangguan kesehatan karena banyak masyarakat menjadi korban baik luka berat maupun ringan akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi mereka yang masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan fisik mereka tidak terjamin

b. Sehubungan dengan terputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi pasca gempa di beberapa wilayah di DIY Jateng menyebabkan komunikasi terganggu

3. HAMBATAN SEMANTIK

Kata-kata atau kalimat yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti yang mendua dan berbeda tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.

4. HAMBATAN PSIKOLOGIS

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi dalam musibah ini komunikasi masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka. Bencana yang telah mengambil keluar dan harta benda mereka menimbulkan dampak traumatik yang sangat tinggi sehingga pada saat diajak untuk berkomunikasi menjadi tidak nyambung bahkan ketidakmampuan mereka dalam menghadapi bencana ini menimbulkan street yang berkepanjangan. Faktor psikis komunikan ini yang membuat proses rekonstruksi menjadi sulit.

Selain itu faktor prasangka merupakan penilaian yang sejak awal sudah tertanam dalam diri komunikan terhadap komunikator. Biasanya prasangka ini terlalu besar dan negatif, sehingga menjadi hambatan paling berat dalam komunikasi dalam keadaan membutuhkan akan bantuan baik berupa tenda, obat-obatan dan lain sebagainya. Korban gempa terkadang mempunyai prasangka yang negatif terhadap pihak-pihak yang akan membantu karena adanya orang-orang yang tidak mereka untuk berhati-hati terlebih dahulu terhadap orang-orang asing/dari luar daerahnya.

Misalnya : pada saat situasi pasca gempa ini banyak terjadi tindak pencurian, perampokan dan lain-lain yang meresahkan masyarakat. Banyak orang yang tidak mereka kenal keluar masuk daerah mereka tanpa alasan jelas untuk itu masyarakat menjadi berhati-hati.

DAFTAR PUSTAKA

Marhaen fahar. Ilmu komunikasi teori dan praktek penerbit: Graha Ilmu

Dra. Hj. Woerjani, M.Pd. ,Dra. Ratnawati T, M.Hum Buku bahan ajar pelayanan prima

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

1 komentar:

Kawula Muda mengatakan...

boleh nih dicopy, buat referensi...

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More