Selasa, 17 Mei 2011

PRINSIP PENDOKUMENTASIAN MANAJEMEN KEBIDANAN DENGAN PENDEKATAN CATATAN SOAP

1. Prinsip Pendokumentasian

a. Pengertian :

Prinsip adalah suatu hal yang diyakini, yang mendasari sesuatu hal tersebut. Yang sifatnya tidak bisa dirubah.

Dokumentasi adalah suatu proses pencatatan, penyimpanan informasi, data fakta yang bermakna dalam pelaksanaan kegiatan (Management Kebidanan Depkes RI, 1995)

Manajemen Kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan yang memberikan arah / kerangka kerja dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.

Prinsip Dokumentasi Manajemen Kebidanan, adalah Suatu hal yang diyakini dalam proses pencatatan, penyimpanan informasi, data fakta yang bermakna dalam pelaksanan kegiatan yang merupakan alur pikir bagi seorang bidan yang memberikan arah/kerangka kerja dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya.

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

b. Prinsip Dokumentasi secara Sempit

1. Dapat dibuat catatan secara singkat, kemudian dipindahkan secara lengkap

2. Tidak mencatat tindakan yang belum dilaksanakan

3. Hasil observasi atau perubahan yang nyata harus dicatat

4. Dalam keadaan emergensi dan bidan terlibat langsung, perlu ditugaskan seseorang khusus untuk endokumentasian

5. Selalu tulis nama terang serta jam dan tanggal pelaksanaan tindakan

c. Prinsip Dokumentasi (berhubungan dengan etika)

1. Autonomy; memberikan hak-hak mereka untuk membuat pertimbangan dan

2. pilihan tindakan.

3. Benefience; merupakan tugas yang baik untuk menolong dan membuat

4. klien lebih terbuka, agar tidak terjadi kesalahan

5. Justice; memberikan penyaluran kebenaran terhadap manfaat dan pokok2

6. dalam lingkungan

7. Fidelity; menjaga masalah2 yang sebenarnya, kepercayaan dan pemeliharaan sumpah

d. Prinsip Dokumentasi menurut Carpenito

  • Accuracy (ketepatan data)
  • Brevity (ringkas)
  • Legibility (mudah dibaca)

e. Prinsip dalam Aplikasi Dokumentasi Kebidanan (Lyer dan Camp, 1999)

1. Dokumentasikan secara lengkap tentang suatu masalah penting yang bersifat klinis

2. Lakuklan penandatanganan dalam setiap pencatatan data

3. Tulislah dengan jelas dan rapi

4. Gunakan ejaan dan kata baku serta tata bahasa medis yang tepat dan umum

5. Gunakan alat tulis yang terlihat jelas, seperti tinta untuk menghindari terhapusnya catatan.

6. Gunakan singkatan resmi dalam pendokumentasian

7. Gunakan pencatatan dengan grafik untuk mencatat tanda vital

8. Catat nama pasien di setiap halaman

9. Berhati-hati ketika mencatat status pasien dengan HIV/AIDS

10. Hindari menerima instruksi verbal dari dokter melalui telepon, kecuali dalam kondisi darurat

11. Tanyakan apabila ditemukan instruksi yang tidak tepat

12. Dokumentasi terhadap tindakan atau obat yang tidak dapat diberikan

13. Catat informasi secara lengkap tentang obat yang diberikan

14. Catat keadaan alergi obat atau makanan

15. Catat daerah atau tempat pemberian injeksi

16. Catat hasil laboratorium yang abnormal

2. Manajemen Kebidanan

Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisir pikiran serta tindakan berdasarkan teori yang ilmiah, penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien.

Langkah 3

  • Proses manajemen bukan hanya terdiri dari pemikiran dan tindakan, melainkan juga perilaku setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan aman dapat tercapai.
  • Proses manajemen harus mengikuti urutan logis dan memberikan pengertian yang menyatukan pengetahuan, hasil temuan dan penilaian yang terpisah menjadi satu kesatuan yang berfokus pada manajemen klien

Langkah manajemen kebidanan menurut Varney

a. Langkah I : Pengumpulan Data Dasar

b. Langkah II : Interpretasi Data Dasar

c. Langkah III : Identifikasi Diagnosa atau Masalah Potensial

d. Langkah IV : Identifikasi kebutuhan yg Memerlukan Penanganan Segera

e. Langkah V : Perencanaan Asuhan yang Menyeluruh

f. Langkah VI : Pelaksanaan Rencana Asuhan

g. Langkah VII : Evaluasi

3. Penerapan Dokumentasi dalam Catatan Kebidanan

Penerapan langkah asuhan kebidanan dengan pendekatan SOAP/IE

clip_image001

Model SOAP

Umumnya digunakan untuk pengkajian awal

Cara Penulisan :

S : Data Subjektif

Berisi tentang data dari klien (segala bentuk pernyataan atau keluhan klien) diperoleh dari anamnesa yang merupakan ungkapan langsung

O :Data Objektif

Data yang diperoleh dari hasil observasi melalui pemeriksaan umum, fisik, obstetrik, penunjang (laboratorium, USG, inspekulo, VT, dll)

A : Analisis

Kesimpulan berdasarkan dari data S dan O, meliputi diagnosis, antisipasi diagnosis atau masalah potensial, serta perlunya tindakan segera

P : Planning

Rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan analisis, termasuk asuhan mandiri, kolaborasi, tes diagnosis atau laboratorium, serta konseling

Contoh :

Tanggal

Waktu

SOAP

16 Maret 09

10.00

S

Nama : Ny. A

Umur : 22 tahun

Ibu mengeluh sering mual, mutah pada pagi hari

G1 P0 A0

HPHT : 23 – 11 - 08

   

O

P : 88 kali/menit

R : 24 kali/menit

S : 37 °C

BB : 44 kg

   

A

Ny. A umur 22 tahun G1 P0 A0 Hamil 16

minggu dengan mual mutah

   

P

- Beritahu kondisi Ibu

- Anjurkan makan porsi kecil tapi sering

- Anjurkan makan rendah lemak

- Hindari aroma mencolok

- dst...

   

Bidan

TT

Nama Terang

Model SOAPIE

S : Data Subjektif

O : Data Objektif

A : Analisis

P : Planning (rencana yang akan dilaksanakan)

I : Implementasi (Pelaksanaan dari rencana yang dilakukan)

E : Evaluasi (Evaluasi dari pelaksanaan tindakan)

Contoh :

Tanggal

Waktu

Masalah

SOAP

16 Maret 09

10.00

Mual mutah pada

kehamilan muda

S

Nama : Ny. A

Umur : 22 tahun

Ibu mengeluh sering mual, mutah pada pagi hari

G1 P0 A0

HPHT : 23 – 11 - 08

     

O

VS TD : 110/70 mmHg

P : 88 kali/menit

R : 24 kali/menit

S : 37 °C

BB : 44 kg

     

A

Ny. A umur 22 th G1 P0 A0

Hamil 16 minggu dengan

mual mutah

     

P

- Beritahu kondisi Ibu

- Anjurkan makan porsi kecil tapi sering

- Anjurkan makan rendah lemak: biskuit

- Hindari aroma mencolok

- Anjurkan kunjungan ulang

     

I

- Memberitahu Ibu bahwa keadaan yang dialami...

- Menganjurkan ibu untuk makan porsi kecil tapi sering

- Menganjurkan ibu untuk makan rendah lemak: biskuit

- Menganjurkan ibu untuk menghindari aroma mencolok karena....

- Menganjurkan ibu untuk segera ke petugas kesehatan bila.....

     

E

- Ibu mengerti keadaan yang dialami

- Ibu mengatakan berusaha untuk makan porsi kecil tapi sering,

- dst.

     

Bidan

TT

Nama Terang

http://bahankuliahkesehatan.blogspot.com/

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More